Prediksi Kabinet JIlid II Jokowi

Susi, Retno, dan Sri Mulyani Diprediksi Bertahan

Susi, Retno, dan Sri Mulyani Diprediksi Bertahan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / AB Rabu, 9 Oktober 2019 | 07:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) pada 20 Oktober mendatang, nama-nama yang bakal mengisi kabinet masih menjadi misteri. Sejumlah prediksi dan analisis pun bermunculan

Nama-nama menteri yang masuk dalam kabinet Jokowi jilid pertama berpeluang besar diangkat lagi. Mereka yang memiliki kans besar dipertahankan Jokowi adalah menteri-menteri yang berprestasi.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad menilai sejumlah menteri yang berlatar belakang profesional berpeluang dilantik lagi. Alasannya, menteri-menteri dari kalangan profesional lebih tampak kinerjanya.

Baca juga: Jokowi Harus Percaya Diri Dalam Menentukan Kabinet 

Yasin memprediksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi salah satu nama yang bakal mengisi kabinet Jokowi jilid II. Meski sempat membuat kebijakan kontroversial seperti melarang nelayan menggunakan cantrang, Yasin menilai hal itu dilakukan Susi untuk menjaga sumber daya laut. Apalagi berdasarkan studi yang pernah dilakukan, penggunaan cantrang dianggap merusak sumber daya laut dan ekosistem karang. Yasin pun mengapresiasi kerja Susi yang serius berperang melawan illegal fishing.

"Dalam konteks penenggelaman (kapal yang mencuri ikan, Red), Ibu Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi," kata Yasin di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Sosok lain yang bakal bertahan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meski kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, Sri Mulyani dinilai terbukti mampu menyeimbangkan neraca keuangan negara.

Sri Mulyani.

“Kunci keuangan negara itu ada di Ibu Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal. Membuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan monumental, tetapi di dunia politik, Sri Mulyani berpotensi di Pilpres 2024,” katanya.

Selain dua srikandi tersebut, Yasin juga memprediksi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bakal kembali dipercaya Jokowi. Yasin menyatakan, Retno berhasil menjawab keraguan sebagian kalangan. Bahkan, kerja kerasnya dalam berkomunikasi dengan negara-negara lain telah membuahkan hasil yang nyata.

Retno Marsudi dan Joko Widodo.

“Pada awal-awal penunjukan Ibu Retno diragukan kemampuannya, termasuk komunikasinya dengan beberapa negara lain banyak diragukan, tetapi belakangan dia bisa menunjukkan prestasi, seperti masuknya Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan di PBB,” katanya.

Baca juga: Gerindra Bantah Isu Prabowo Ditawari Kursi Menhan

Di sisi lain, Yasin memprediksi sejumlah menteri dari kalangan partai politik justru paling terancam. Mayoritas dari mereka jarang berprestasi dan tidak memiliki terobosan baru. Salah satunya, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Dia dinilai tidak mampu melindungi buruh.

“Ya seharusnya menaker itu banyak mengeluarkan peraturan menteri yang bisa menjawab persoalan-persoalan krusial berkaitan dengan buruh dan perlindungan kesejahteraan buruh. Menaker tidak bisa menjawab persoalan-persoalan buruh," ujarnya.

Seharusnya kata Yasin, Hanif Dhakiri selaku menaker mampu membuat peraturan yang bisa melindungi para pekerja, setidaknya menjembatani kepentingan buruh dan perusahaan.



Sumber: Suara Pembaruan