Gerindra di Kabinet Jokowi, Pengamat: Itu Cuma Memuaskan Elite

Gerindra di Kabinet Jokowi, Pengamat: Itu Cuma Memuaskan Elite
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam gerbong kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Aichi Halik / AHL Rabu, 9 Oktober 2019 | 18:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana Gerindra untuk bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin dianggap akan merugikan partai tersebut.

Pengamat Politik dari LIPI Syamsuddin Haris mengatakan, keberadaan Gerindra dalam kabinet tak memberikan keuntungan politik kepada partai tersebut.

"Kalau pun Gerindra mendapat keuntungan politik maka itu hanya bersifat jangka pendek dan hanya untuk elite politik bersangkutan bukan untuk Gerindra sebagai partai," kata Syamsuddin kepada Beritasatu News Channel di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Selain itu, kata Syamsuddin, konstituen Gerindra akan kecewa jika partai itu memutuskan bergabung ke dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau Gerindra masuk ke kekuasaan akan menimbulkan kekecewaan pendukungnya, dan itu tidak bagus untuk fungsi elektoral 2024," ujar Syamsuddin.

Karena itu, Syamsuddin menyarankan kepada Gerindra agar tetap berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.

"Pilihan paling baik bagi saya tetaplah berada di luar (pemerintahan), jangan masuk ke dalam," ucap Syamsuddin.



Sumber: BeritaSatu TV