Kunjungan PDIP ke Pesantren Wujud Silaturahmi Nasionalis dan Santri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kunjungan PDIP ke Pesantren Wujud Silaturahmi Nasionalis dan Santri

Rabu, 9 Oktober 2019 | 22:08 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyelenggarakan safari ke pesantren sebagai wujud silaturahmi kebangsaan. Jajaran pengurus dan kader PDIP berkunjung ke Pondok Pesantren al-Tsaqafah, asuhan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa malam (8/10/2019).

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/10/2019) disebutkan, kunjungan itu juga dihadiri Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto, Gus Nabil Haroen (anggota DPR Fraksi PDIP), serta sejumlah pengurus partai dan kader.

Kiai Said Aqil Siroj menyambut baik kunjungan pengurus PDIP ke pesantren al-Tsaqafah. Kunjungan tersebut dikatakan sebagai momentum silaturahmi kebangsaan. Kiai Said juga mengisahkan bagaimana pentingnya persatuan antara kelompok nasionalis dan santri.

"Persatuan antara kaum nasionalis dan santri itulah terwujud proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945," jelas Kiai Said.

Kemudian, ujarnyam KH Chasbullah Wahab, orang kedua terpenting di NU, menjadi penasihat pribadi Bung Karno. "Segala hal yang menyangkut agama, sosial, dan kebudayaan masyarakat, Bung Karno selalu meminta masukan kepada Kiai Wahab Chasbullah," ujar Kiai Said.

Dia juga berkisah hubungan Bung Karno dengan kiai-kiai NU termasuk sumbangsih penting Kiai Wahab, yakni terminologi halalbihalal.

"Itu bahasa Arab, tetapi tidak ada konteksnya di budaya orang-orang Arab. Terminologi itu muncul ketika Kiai Wahab menjawab permintaan Bung Karno yang menginginkan ada silaturahmi di antara pemimpin bangsa," ujarnya.

Di sisi lain, ketika penyusunan dasar negara, Ketuhanan yang Maha Esa, kiai-kiai NU berjasa besar merekatkan hubungan di antara tokoh bangsa, yang berdebat terkait tujuh kata, yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta.

"Hadratus Syaikh Hasyim Asyari, menyuruh Gus Wahid Hasyim untuk mengirim kabar di tengah situasi negara yang genting. Kata Kiai Hasyim, saya setuju, tujuh kata itu dihilangkan. Yang penting negara kuat dulu, bersatu. Kita bisa membangun negara, berdakwah, membangun pendidikan, rumah sakit, di atas negara yang kuat," kisah Kiai Said.

Di sisi lain, Kiai Said juga berpesan agar jangan ada upaya memecah belah bangsa dengan istilah syariah. Setelah runtuhnya Soviet, kata dia, negara-negara berebut ingin syariah, seperti Afganistan, yang akhirnya berantakan dan selama 40 tahun, bahkan sampai sekarang, belum selesai.

"Maka, dari konteks ini, NU menolak NKRI bersyariah. Kita setiap hari sudah menjalankan syariah Islam. Keutuhan NKRI harus kita jaga. Jangan mencari-cari yang aneh, yang menjadikan keutuhan dan persatuan ini jadi terganggu," kata tokoh yang kembali masuk 500 tokoh muslim paling berpengaruh 2019 itu.

Kiai Said juga berpesan bagaimana menjaga silaturahmi kebangsaan, hususnya persahabatan antara NU dan kaum nasionalis, sangat penting dijaga. "Jangan sampai seperti di Timur Tengah, hubungan agama dan negara belum selesai," pesannya.

Sementara, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan tentang kontribusi kaum nahdliyyin bagi keutuhan bangsa Indonesia. "Kami datang untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan keluarga besar nahdliyyin, di mana Pak Jokowi telah memimpin Indonesia Raya ini dengan baik. Beliau juga seorang santri sebagaimana Bung Karno," kata Hasto.

Dalam sambutannya, Hasto mengungkapkan bagaimana visi santri dan keislaman Bung Karno dalam diplomasi internasional. "Kesantrian Bung Karno tidak usah diragukan. Ketika Bung Karno datang ke Uni Soviet, dia tetap salat lima waktu serta meminta syarat dicarikan makam Imam al-Bukhari. Di tangan Bung Karno, dakwah Islam rahmatan lilalamin ke seluruh dunia," jelasnya.

Gus Nabil Haroen, Ketua Umum PP Pagar Nusa NU, yang juga anggota DPR dari PDIP, mengungkapkan pentingnya silaturahmi antara PDIP dan nahdliyyin, yang berarti juga antara kekuatan nasionalis dan santri.

"PDIP ini merupakan partai yang mencerminkan moderasi, ummatan washatan. Karena, ini menjadi jembatan antara kaum nasionalis dan kalangan santri. Visi dan misinya moderat, memperjuangkan aspirasi rakyat. Maka, saat ini, tidak boleh lagi ada yang menyebut PDIP partai anti-Islam," kata Gus Nabil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gerindra Masuk Kabinet, Pengamat: Koalisi Jokowi Akan Rapuh

Keberadaan partai Gerindra dalam kabinet akan memberi dampak psikologis bagi koalisi.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Projo DKI Solid Kawal Pelantikan Presiden Jokowi

Kelompok yang ingin menggagalkan proses pelantikan adalah mereka yang berkhianat terhadap konstitusi

POLITIK | 9 Oktober 2019

Gerindra di Kabinet Jokowi, Pengamat: Itu Cuma Memuaskan Elite

Syamsuddin menyarankan kepada Gerindra agar tetap berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Prabowo Akan Sampaikan Sikap Politik Pada 17 Oktober

Prabowo Subianto akan menyampaikan sikap politik Gerindra dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 17 Oktober 2019.

POLITIK | 9 Oktober 2019

KIK Nilai Idealnya Menteri Didahulukan dari Parpol Koalisi

Apabila di masa berikutnya dirasakan perlu gotong royong yang lebih jauh, bisa saja terjadi perubahan.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Bamsoet Ketua MPR, Langkah Airlangga Pertahankan Ketum Golkar Mulus

Menurut Fadel Muhamad, ketika Bamsoet menjadi Ketua MPR, Airlangga akhirnya melenggang di Munas Golkar.

POLITIK | 9 Oktober 2019

PDIP Puji Kenegarawanan JK yang Tolak Perppu KPK

“Ketegasan Pak JK di dalam menolak Perppu didukung oleh PDI Perjuangan. Sebab mekanisme konstitusional telah tersedia melalui Mahkamah Konstitusi," kata Hasto.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Tiga Kader Golkar Jadi Pimpinan DPD

Usai penetapan, Yorrys mengemukakan apa yang terjadi dengan dirinya bersama Fadel dan Mahyudin hanya kebetulan saja.

POLITIK | 9 Oktober 2019

Inilah Tiga Tokoh Penyelamat Demokrasi Indonesia

John Caine Center menilai Presiden Jokowi, Megawati, dan Prabowo dinilai sebagai sosok pembaru penyelamat demokrasi di Indonesia.

NASIONAL | 9 Oktober 2019

Koalisi Gemuk Bagus untuk Pemerintah, Bahaya untuk Demokrasi

Memudahkan Jokowi untuk mengeksekusi segala kebijakan yang direncanakan. Namun, koalisi pemerintahan yang gemuk justru berpotensi melemahkan demokrasi.

POLITIK | 9 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS