PSI Minta Pemerintah Tetapkan Darurat Radikalisme

PSI Minta Pemerintah Tetapkan Darurat Radikalisme
Peluncuran aplikasi Go Ahok 2 dihadiri langsung Ahok yang didampingi salah satu pendiri Teman Ahok Amalia dan Wasekjen DPP PSI sekaligus koordinator Go Ahok 2, Danik Eka Rahmaningtyas di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 28 November 2016. ( Foto: BeritaSatu Photo/Lenny Tristia Tambun )
Yustinus Paat / AMA Jumat, 11 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta pemerintah untuk menetapkan keadaan gawat darurat untuk jangka panjang terkait radikalisme. Insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto dan peristiwa-peristiwa lain membuktikan bahwa radikalisme sudah sangat mengancam bangsa.

"Situasi sudah amat memprihatinkan. Tak bisa lagi kita menganggap keadaan baik-baik saja. Penetapan keadaan gawat darurat akan membuat penanganan akan lebih baik," kata Wakil Sekjen DPP PSI, Danik Eka Rahmaningtiyas kepada Beritasatu.com, Jumat (11/10/2019).

Wiranto ditusuk, Kamis (10/10/2019) di Menes, Pandeglang, Banten. Polisi menyebutkan, dua pelaku dalam kejadian itu terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok radikal yang telah melakukan sejumlah teror di Indonesia dan negara-negara lain.

Dengan penetapan itu, kata Danik, alokasi sumber daya akan lebih memadai. Kerja sama antarlembaga juga akan tertata lebih baik. "Seluruh elemen bangsa juga akan dilibatkan, secara proporsional, untuk agenda ini," tandas dia.

Menurut Danik, seharusnya ada upaya serius ke depan agar kejadian serupa tidak terulang. Namun, tetap tak mengabaikan prinsip hak asasi manusia dalam penanganan perkara.

"Antisipasi yang sistemik, menyeluruh, dan terukur diperlukan agar bahaya radikalisme tidak lebih merusak kehidupan berbangsa," pungkas Danik.

Sementara Juru Bicara PSI Dedek Prayudi mengatakan, pihaknya mengutuk insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto. PSI menilai, dilihat dari sudut pandang apapun, insiden itu merupakan sebuah perbuatan yang keji, yang lahir dari kebencian dan penghianatan terhadap konstitusi.

"Kami mendoakan setulus-tulusnya agar pak Wiranto, pak Kapolsek Menes, Serang dan ajudan Menkopolhukam segera pulih dari luka yang diakibatkan oleh tusukan pelaku yang dapat dikategorikan sebagai teror tersebut," ungkap dia.

PSI, kata Dedek, mendesak pihak berwajib untuk betul-betul serius dan tegas menangani kasus ini sampai keakar-akarnya. "Kami juga menghimbau semua pihak agar menahan diri agar tidak berspekulasi dan berfikir konspiratif yang akan menimbulkan saling curiga di antara sesama anak bangsa," tutur dia.



Sumber: BeritaSatu.com