SBY-Prabowo Bertemu Jokowi, Ini Respons PKS

SBY-Prabowo Bertemu Jokowi, Ini Respons PKS
Ketua Fraksi PKS Periode 2019-2024 Jazuli Juwaini. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menanggapi santai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Gerindra Probowo Subianto. Menurut Jazuli, komunikasi politik antara elite atau tokoh politik merupakan sesuatu yang wajar.

"PKS tidak pernah menutup diri dari komunikasi politik apalagi untuk tujuan silaturahmi kebangsaan. Bangsa ini tidak mungkin bisa dibangun sendirian, kita membutuhkan kerja sama atau gotong royong untuk kemaslahatan bangsa dan negara," kata Jazuli kepada Beritasatu.com, Sabtu (12/10/2019).

Meski demikian, kata Jazuli, komunikasi atau silaturahmi antara elite politik tidak lantas harus dimaknai atau dilihat sebagai bagi-bagi kekuasaan semata. Menurut dia, silaturahmi harus menjadi momentum untuk diskusi mendalam tentang permasalahan fundamental yang dihadapi bangsa dan perspektif solusinya.

"Jadi, pimpinan negara dan elite politik diharapkan bicara solusi-solusi dan optimisme di hadapan rakyat yang menyaksikan pertemuan tersebut," tandas dia.

Karena itu, Jazuli berharap pertemuan pimpinan negara dan elit politik tidak sekadar dalam konteks bagi-bagi kekuasaan. Namun, pertemuan tersebut seharusnya membicarakan gagasan untuk mengatasi masalah-masalah fundamental bangsa.

"Masalah tersebut antara lain pelambatan ekonomi, utang yang kian menumpuk, solusi BPJS agar tidak naik, bencana kabut asap agar tidak terulang, mengatasi konflik dan separatisme, serta bicara bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum," ungkap Jazuli.

Lebih lanjut, Jazuli mengatakan sah-sah juga jika pertemuan Jokowi dengan SBY-Prabowo tersebut berujung pada koalisi untuk mendukung pemerintahan. Menurut dia, PKS akan menghormati pilihan politik masing-masing partai.

"Apakah kemudian berujung koalisi di pemerintahan? Itu juga sah-sah saja jika benar terjadi. Sebagai sebuah pilihan politik, PKS menghormati," pungkas Jazuli.



Sumber: BeritaSatu.com