Nama-nama Menteri Beredar, Publik Diminta Tidak Berspekulasi

Nama-nama Menteri Beredar, Publik Diminta Tidak Berspekulasi
Ilustrasi Reshuffle Kabinet ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Carlos KY Paath / YUD Minggu, 13 Oktober 2019 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Publik diminta untuk tidak berspekulasi terkait komposisi kabinet pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden (wapres) terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Publik diharapkan menunggu pengumuman kabinet secara langsung oleh Jokowi.

“Sebaiknya masyarakat tidak usah berspekulasi. Tunggu saja saatnya nanti,” tegas Staf Khusus Bidang Komunikasi, Adita Irawati melalui pesan singkat, Minggu (13/10/2019). Adita meminta agar spekulasi tersebut dihindari terkait informasi di media sosial mengenai nama-nama anggota kabinet mendatang.

Adita menyatakan, pengangkatan menteri merupakan hak prerogatif Presiden. “Penetapan menteri itu hak prerogatif Presiden. Daftar nama yang beredar saat ini tidak jelas juga sumbernya,” demikian Adita.

Adita menambahkan, Presiden Jokowi pernah menyampaikan bahwa pengumuman kabinet akan dilakukan setelah pelantikan. “Seperti yang pernah disampaikan Presiden, beliau mengatakan akan mengumumkan nama-nama menteri segera setelah pelantikan Presiden dan Wapres,” ucap Adita.

Nama-nama figur yang akan menempati 34 pos kementerian ditambah jaksa agung dan sekretaris kabinet beredar di Whatsapp. Dilihat Beritasatu.com, ada logo Pancasila di bagian atas, di sisi kirinya tertulis nomor, hal, dan sifat surat, sedangkan di sebelah kanan terlihat gambar Jokowi-Ma'ruf.

Sebanyak 12 lembar pesan itu ditujukan kepada ketua umum partai KIK dan ketua tim sukses Jokowi-Ma'ruf. “Berikut kami sampaikan opsi alternatif pengisi Kabinet Indonesia Kerja Jilid II/2019-2024,” demikian tertulis.

Setiap posisi menteri, terdapat dua sampai tiga nama tokoh. Latar belakang atau profil biodata para calon menteri pun ditulis dengan lengkap. Di bagian penutup surat tercantum tanda tangan dan nama orang yang disebut sebagai Staf Ahli Jokowi Bidang Komunikasi, Ahmad Nasrullah Al Fathir.

Adita menegaskan, Presiden Jokowi tidak mempunyai staf khusus bernama sebagaimana dimaksud. “Tidak ada (staf ahli atas nama Ahmad Nasrullah Al Fathir), makanya saya bilang sumbernya tidak jelas,” tegas Adita.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Presiden akan mengumumkan jajaran menteri Kabinet Kerja jilid II, setelah dilantik pada 20 Oktober 2019. “Bisa (disampaikan) setelah itu (pelantikan). Bisa juga diumumkan di Istana, bisa juga diumumkan di luar Istana,” kata Moeldoko.

Sementara itu, Presiden Jokowi masih menolak berbicara terkait susunan kabinet. “Dilantik saja belum, nanti kalau sudah pelantikan, baru kita bicara soal kabinet,” tegas Presiden Jokowi usai menghadiri Puncak Perayaan Batik Nasional di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (2/10/2019).



Sumber: Suara Pembaruan