Golkar: Idealnya, Parpol yang Kalah Jadi Oposisi

Golkar: Idealnya, Parpol yang Kalah Jadi Oposisi
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FMB Selasa, 15 Oktober 2019 | 17:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan idealnya, partai yang kalah dalam pertarungan pemilu menjadi oposisi. Menurut Ace, demokrasi akan berkualitas jika oposisinya kuat dan konstruktif.

Ace menyampaikan hal tersebut menanggapi sejumlah partai oposisi yang berencana masuk koalisi. Termasuk langkah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang gencar melakukan silaturahmi ke para pimpinan partai koalisi pendukung Joko Widodo.

"Dalam konteks demokrasi tentu pihak yang kalah semestinya menjadi kelompok oposisi. Idealnya seperti itu," ujar Ace saat acara diskusi bertajuk "Menakar Situasi Polhukam Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI" di Hotel Ibis, Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Ketua Umum Golkar Terima Kedatangan Prabowo

Demokrasi, kata Ace, membutuhkan keseimbangan sehingga jalannya pemerintahan bisa terkontrol. Dia pun berharap Gerindra dan partai oposisi lainnya tetap berada dalam oposisi, agar politik dapat berjalan stabil.

"Kita punya pandangan sebaiknya di era demokrasi seperti ini perlu ada keseimbangan politik. Caranya ada oposisi, ada kelompok penyeimbang," ungkap dia.

PKB Tak Masalah Jika Gerindra Masuk Koalisi

Meskipun demikian, Ace tetap mengapresiasi langkah Prabowo yang melakukan silaturahmi dan kunjungan ke pimpinan partai koalisi pendukung Joko Widodo. Langkah tersebut bisa meredam tensi politik khususnya menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Saya kira itu sesuatu yang positif. Setidaknya menjelang pelantikan presiden, Pak Prabowo melakukan silaturahmi ke parpol pendukung pemerintah itu setidaknya bisa meredam situasi politik," pungkas Ace. 

Nasdem: Pertemuan Paloh-Prabowo Tak Bahas Bergabungnya Gerindra



Sumber: BeritaSatu.com