Jelang Pelantikan Presiden, BEM UI Pastikan Tak Gelar Aksi

Jelang Pelantikan Presiden, BEM UI Pastikan Tak Gelar Aksi
Ilustrasi demonstrasi mahasiswa. ( Foto: Antara )
Bhakti Hariani / WBP Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:22 WIB

Depok, Beritasatu.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memastikan tak akan menggelar aksi unjuk rasa jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober mendatang.

Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Rozy Brilian menuturkan BEM UI mematuhi larangan demonstrasi menjelang pelantikan presiden. Meski demikian, BEM UI mengaku kecewa dan mengecam adanya pembatasan iklim demokrasi tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan sikap menyikapi hal ini, tapi belum sekarang karena masih kami susun. Nanti bisa diakses di akun media sosial kami bagi para wartawan," ujar Rozy Brilian kepada SP, Rabu (16/10/2019) ketika dihubungi.

Jelang Pelantikan Presiden, Polisi Tidak Keluarkan Izin Demo

Lebih lanjut dikatakan Rozy, BEM UI tetap menghormati imbauan yang dikeluarkan Polda Metro Jaya. Sedari awal saat menggelar aksi beberapa waktu lalu, BEM UI selalu mematuhi apa yang dilarang dan apa yang dibolehkan oleh Polda Metro Jaya.

"Sejak awal aksi kami selalu patuh terhadap peraturan. Ketika aksi mengarah ke kericuhan dan anarkistis pun kami sudah menarik mundur semua anggota kami," papar Rozy Brilian.

MPR: Jadikan Pelantikan Presiden Momen Kegembiraan Bersama

Pelantikan Jokowi dan KH Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 akan dihadiri oleh para tamu lebih dari 20 negara antara lain kepala negara, kepala pemerintahan, dan juga utusan khusus dari sejumlah negara. Kehadiran mereka mengandung makna bahwa banyak negara yang memberikan penghormatan proses demokrasi di Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan