Jokowi Dambakan Pelantikan Presiden yang Sederhana

Jokowi Dambakan Pelantikan Presiden yang Sederhana
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Carlos KY Paath / AMA Rabu, 16 Oktober 2019 | 12:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap, pelantikan dirinya bersama KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu (20/10/2019) mendatang di gedung MPR berlangsung sederahana.

Jokowi sendiri telah menerima undangan pelantikan pada 20 Oktober 2019 dari pimpinan MPR di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

“Tadi Bapak ketua MPR beserta seluruh pimpinan MPR menyampaikan undangan untuk pelantikan 20 Oktober yang akan datang. Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kehikmatan dan keagunan acara itu,” kata Jokowi seusai rapat konsultasi dengan pimpinan MPR.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjaga kehikmatan acara pelantikan. Sebab, hal itu nantinya berdampak positif bagi Indonesia di mata dunia internasional. Perekonomian Indonesia pun terbantu, apabila pelelantikan berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Kami sangat berkepentingan bahwa acara ini berlangsung dengan hikmat tanpa gangguan apa pun, makanya kami himbau kepada adik-adik mahasiswa, kepada seluruh masyarakat Indonesia agar ikut menjaga kehikmatan. Kesuksesan acara pelantikan presiden ini akan memberikan pesan positif kepada dunia internasional dan itu akan membantu perekonomian kita,” kata Bambang.

Menurut Bambang, MPR mengundang kepala negara maupun pemerintahan di kawasan ASEAN. “Negara-negara tetangga kita confirm (dipastikan) hadir, termasuk Perdana Menteri Australia hadir. Mudah-mudahan kepala-kepala negara, kepala pemerintahan, utusan khusus seluruh negara-negara maju (hadir), China mengutus wakil perdana menteri,” ujar Bambang.

Politisi Partai Golkar tersebut memastikan pengamanan pelantikan Presiden dan Wapres akan sangat ketat. “Pasti (pengamanan ketat), karena sesuai dengan protap yang dimiliki pihak keamanan Polri maupun TNI. Pengamanan tamu-tamu negara kita. Dijamin begitu menginjakkan kaki di Tanah Air kita dan kembali mereka selamat,” imbuh Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.



Sumber: Suara Pembaruan