Pelantikan Presiden, Moeldoko Berharap Tak Ada Demonstrasi

Pelantikan Presiden, Moeldoko Berharap Tak Ada Demonstrasi
Moeldoko ( Foto: istimewa )
Carlos KY Paath / YUD Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko berharap tidak ada aksi demonstrasi saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (wapres) periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) pada 20 Oktober 2019. Sebab, pelantikan harus berjalan khidmat dan lancar.

“Karena ini acara yang sangat penting dan harus khidmat dan seterusnya akan lebih bagus kalau tidak ada demo,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Moeldoko menolak disebut pernyataannya itu kontradiksi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Bukan kontradiksi. Dari awal saya sudah mengimbau untuk masyarakat, teman-teman yang mau demo, kalau bisa ditahan kan lebih bagus,” ujar Moeldoko.

Moeldoko pun menyebut, “Tanggal 20 Oktober itu kan acara yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Kalau secara konstitusi enggak ada yang melarang demo. Cuma saya mengimbau agar teman-teman mahasiswa bisa menahan.”

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, penyampaian pendapat di depan umum melalui aksi unjuk rasa dijamin konstitusi. “Namanya demo kan dijamin konstitusi,” kata Jokowi usai menerima pimpinan MPR, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ketika disinggung mengenai polisi yang tidak memberikan izin demonstrasi mulai 15-20 Oktober 2019, Jokowi meminta hal itu ditanyakan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Ditanyakan ke Kapolri,” ucap Jokowi. 



Sumber: Suara Pembaruan