Tiga Menteri Profesional Kabinet Kerja Jokowi Layak Dipertahankan

Tiga Menteri Profesional Kabinet Kerja Jokowi Layak Dipertahankan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan panen raya rumput laut di kampung Saharei Distrik Fakfak Timur Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, 23 Maret 2018. Tanpa ragu, Menteri Susi langsung turun ke laut dengan menaiki paddle board dan memanen rumput laut bersama puluhan pembudidaya yang telah menunggu kedatangannya. ( Foto: Kementerian KKP )
Yeremia Sukoyo / FMB Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo akan mengumumkan komposisi kabinet sesaat setelah kembali dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10) mendatang. Presiden Jokowi bahkan mengakui, dalam komposisi kabinet kerja jilid II masih akan mempertahankan sejumlah menteri lama yang kinerjanya tidak diragukan lagi.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menilai, saat ini sedikitnya memang ada tiga srikandi di kabinet kerja yang kinerjanya cukup baik. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

"Ketiga srikandi itu memang sudah terbukti kinerjanya dalam membantu pemerintahan Jokowi di periode yang pertama. Saya kira, Jokowi bisa saja mempertahankan ketiga menteri perempuan itu di kabinet kerja mendatang," kata Emrus Sihombing, Kamis (17/10) di Jakarta.

Menurutnya, ketiga menteri tersebut memang cukup tepat ditempatkan di pos kementerian yang dipercayakan Jokowi. Jangan sampai bila terpilih kembali malah ditempatkan di pos kementerian lain yang belum tentu bisa sebaik seperti yang selama ini sudah dilakukan.

Seperti diketahui, seluruh menteri yang selama ini dikenal berkinerja baik justru merupakan sosok yang dikenal berlatar belakang profesional. Walaupun, menteri-menteri Jokowi yang berlatar belakang partai politik pun sebenarnya juga bisa menunjukkan kinerja yang tergolong baik.

Di dalam penyusunan komposisi kabinet kerja jilid II, Emrus meyakini Jokowi masih sedikit menemui kesulitan untuk menentukan apakah porsi kalangan profesional lebih banyak ketimbang partai politik. Mengingat, belakangan ini sudah mulai terlihat adanya keinginan dua partai oposisi, yakni Gerindra dan Demokrat yang terang-terangan ingin ikut mendukung pemerintahan.

"Walaupun timbal balik bentuk dukungan dari dua partai oposisi tersebut tidak selamanya diberikan melalui kursi kabinet. Namun, saya melihat Jokowi akan sulit menentukan komposisi 55 persen kalangan profesional," ucap pendiri Emrus Corner itu.

Kendati demikian, diyakini, Presiden Jokowi tentunya tidak akan sembarangan dalam memberikan kepercayaan kursi menteri. Sekalipun dari parpol, Jokowi akan memilih sosok yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai dengan bidang dan latarbelakangnya masing-masing. 



Sumber: Suara Pembaruan