SBY dan Megawati Dipastikan Hadiri Pelantikan Presiden

SBY dan Megawati Dipastikan Hadiri Pelantikan Presiden
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kanan) dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:33 WIB

Bogor, Beritasatu.com- Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama para Wakil Ketua MPR mengunjungi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di Cikeas, Bogor. Kehadiran pimpinan MPR untuk mengantarkan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden serta mendiskusikan berbagai agenda MPR RI lima tahun ke depan. Kiprah SBY sejak mengabdi di TNI, menteri, hingga sepuluh tahun memimpin Indonesia, menghasilkan pemahaman mendalam tentang kondisi kebangsaan.

Kepada pimpinan MPR RI, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam acara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin 20 Oktober mendatang. Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarno Puteri juga akan hadir. Kehadiran keduanya akan mengukuhkan kekompakan para elite politik dan tokoh bangsa.

Presiden Akan Terima Tamu Negara Sebelum Pelantikan

Bamsoet menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini hanya tinggal memiliki dua mantan Presiden sebagai tokoh bangsa. Pertama, Megawati sebagai ibu bangsa dan SBY sebagai bapak bangsa. “Kehadiran Ibu bangsa dan Bapak bangsa ini tentu akan kian meneduhkan perpolitikan tanah air. Sekaligus memberikan pesan kepada dunia bahwa suhu politik Indonesia sangat kondusif dan para pemimpin bangsanya kompak,” ujar Bamsoet usai bertemu SBY di Bogor, Rabu malam (16/10/19).

Ketua MPR: Pemilihan Presiden Tidak Diamandemen

Dalam kesempatan itu, tambah Bamsoet pimpinan MPR RI juga menyampaikan masukan dan sudut pandang dari para tokoh seperti SBY. Dengan demikian, mengetahui apa yang masih kurang untuk diperbaiki dan disempurnakan. "Memajukan Indonesia merupakan usaha tanpa henti, usaha berkelanjutan dari satu generasi ke generasi lainnya," kata Bamsoet.

Turut hadir para Wakil Ketua MPR antara lain Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Jazilul Fuwaid (F-PKB), Syarief Hasan (F-Demokrat), Hidayat Nur Wahid (F-PKS), Arsul Sani (F-PPP) dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).

Bamsoet tak menampik bahwa dalam melaksanakan wewenang dan tugas MPR ke depan, memerlukan banyak nasihat dan pandangan serta dukungan sosok negarawan dan tokoh bangsa. Selain itu, dalam pelaksanaan tugas ke depan, MPR akan berpedoman juga pada rekomendasi yang disampaikan oleh MPR RI 2014-2019.

"Dengan bertemu para tokoh yang menjadi pemimpin bangsa, MPR akan mendapat berbagai insight dan sudut pandang yang beraneka ragam. Dari situ nanti kita bisa tarik benang merahnya. Tak hanya tentang rencana amendemen terbatas UUD 1945, melainkan juga usulan membuat blueprint pembangunan Indonesia 50-100 tahun ke depan," terang Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com