Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama

Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Novy Lumanauw / CAH Jumat, 18 Oktober 2019 | 18:21 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini sedang mempersiapkan diri untuk pengangkatan sumpah dan janji sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di hadapan sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), pada Minggu (20/10/2019). Selain Jokowi, pengucapan sumpah dan janji juga akan dilakukan wakil presiden terpilih KH Ma’ruf Amin.

Rencananya, usai dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, duet Jokowi - KH Ma’ruf akan mengumumkan susunan menteri Kabinet Kerja Jilid II, periode 2019-2024. Terdapat sejumlah menteri Kabinet Kerja Jilid I yang kemungkinan besar masih dipertahankan, diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

“Pengumumannya mungkin bisa pada hari Minggu (20/10/2019), tetapi bisa juga Senin (21/10/2019). Bisa Senin, tapi juga bisa Selasa (22/10/2019). Jumlah menteri masih sama,” kata Presiden Jokowi usai acara silaturahmi bersama seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja I di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Silaturahmi diawali sesi foto bersama Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, beserta jajaran menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Jaksa Agung HM Prasetyo di tangga Istana Merdeka.

Selanjutnya, Presiden Jokowi beserta Wapres Jusuf Kalla bersama seluruh menteri dan pimpinan lembaga melakukan pembicaraan internal di Istana Merdeka.

Dari Istana Merdeka, rombongan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama seluruh menteri dan pimpinan lembaga bertolak menuju Istana Negara untuk menikmati santap siang yang diiringi Elek Yo Band, yang terdiri atas menteri Kabinet Kerja.

Menu yang disajikan pada acara santap siang terakhir Kabinet Kerja terdiri atas coto Makassar, konro bakar, ikan pallumara, sate Padang, ayam pop, ayam goreng, rendang, gulai kepala ikan kakap, telur dadar, daun ubi tumbuk, tempe goreng, serta sambal hijau dan merah.

Baca JugaTerima Kasih Presiden Jokowi kepada Jajaran Kabinet Kerja

Sedangkan minuman terdiri atas es pallu butung, es krim, jus kacang hijau, kopi, teh, dan air mineral. Tidak ketinggalan aneka kudapan yang terdiri atas bubur kampiun, mango pie, putri mandi, kroket, dan ketan serundeng.

Presiden Jokowi memastikan bahwa ada di antara jajaran menteri Kabinet Kerja I yang masih dipertahankan untuk melanjutkan tugas-tugasnya di pemerintahan. Di sisi lain, ada juga menteri yang harus berpamitan karena mendapat tugas baru di parlemen, di antaranya Menko PMK Puan Maharani yang kini menjabat Ketua DPR RI dan Menkumham Yasonna Laoly yang sekarang menjadi anggota DPR RI.

Presiden Jokowi mengatakan, setelah diumumkan, publik akan mengetahui, menteri Kabinet Kerja Jilid I mana saja yang bertahan, dan mana saja yang tidak terpilih kembali. “Nanti setelah diumumkan, nanti semuanya tahu. Mana yang masuk kabinet, dan mana yang tidak,” katanya.

Baca Juga: Setelah 5 Tahun Bersama, Begini Kesan Jokowi Tentang JK

Presiden Jokowi mengatakan, pada periode kepemimpinan lima tahun mendatang, 2019-2024 fokus pemerintahannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Indonesia sebagai negara berpenduduk 269 juta jiwa harus memiliki SDM tangguh agar dapat bersaing di pentas global.

“Kita bekerja dengan target dan dibatasi waktu. Kalau ditargetkan selesai, itu yang kita inginkan. Jika apa yang kita targetkan tidak selesai, tentu perlu koreksi, evaluasi. Hambatannya ada di mana. Memang,

Setiap masa tantangannya berbeda-beda, perlu kepemimpinan di kementerian yang beda. Pada lima tahun ke depan pemerintah mau fokus di SDM, semua kementerian arahnya akan ke sana,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku bangga dapat membantu Presiden Jokowi mengelola pemerintahan di negeri ini, sejak Oktober 2014 hingga Oktober 2019. “Selalu baik. Semuanya baik. Kalau tidak baik, bagaimana kita meninggalkan pemerintahan. Saya akan melakukan urusan, sosial, pendidikan, dan agama. Saya akan menikmati waktu bersama cucu,” kata Wapres.

Wapres juga mengapresiasi pola kepemimpinan Presiden Jokowi yang mengetahui secara mendetail sistem pemerintahan dan kondisi masyarakat di lapangan. Presiden Jokowi, katanya, sangat dekat dengan rakyat sehingga dapat mendengar secara langsung kondisi yang dihadapi masyarakat. “Beliau mengetahui secara detail karena sering berkunjung ke daerah. Jadi, tidak bisa dibohongi,” kata Wapres.

 



Sumber: Investor Daily