JK Peringatkan Risiko Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

JK Peringatkan Risiko Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) periode 2020-2022.

Ini merupakan kelima kalinya Indonesia masuk sebagai anggota dewan HAM PBB, mewakili kawasan Asia Pasifik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku senang dengan pencapaian tersebut, namun JK mengingatkan resikonya.

"Harapannya tentu kita akan berfungsi. Tetapi jangan lupa ada risikonya," kata JK di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Menurut JK, risiko tersebut adalah kondisi HAM Indonesia yang akan lebih disorot oleh dunia. Maka dari itu, pemerintah wajib menjaga HAM dalam negeri agar lebih baik.

"Jangan kita anggota HAM kemudian ada kasus HAM di dalam negeri, itu sulit. Jadi resikonya itu Ibu Menlu (Retno Marsudi), jadi mari kita jaga ketertiban lebih baik di dalam negeri," ucap JK.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun turut menyampaikan rasa syukur dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB. Ia menyebut Jusuf Kalla berperan besar dalam melobi dewan HAM PBB.

"Jika Pak JK memeriksakan DNA-nya, maka selain DNA dari indonesia pasti akan ditemukan dalam bapak DNA perdamaiaan dan kemanusiaan," kata Retno sambil tertawa.

Posisi anggota Dewan HAM PBB kembali ditempati setelah Indonesia unggul dalam proses pemilihan dengan total perolehan 174 suara. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota Dewan HAM sebanyak empat kali, yaitu pada 2006-2007 (founding member), 2007-2010, 2011-2014 dan 2015-2017.

Secara rinci, Indonesia unggul dengan 174 suara, melampaui Jepang dengan dengan 165 suara, Korea Selatan dengan 165 suara, serta Kepulauan Marshall dengan 123 suara.



Sumber: BeritaSatu TV