Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Kukuhkan Kedaulatan Rakyat

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Kukuhkan Kedaulatan Rakyat
Alumni SMA 3 Bandung Ngahiji Menyampaikan Pernyataan Sikap dan Doa menyongsong pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo - Ma'rif Amin, di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019). ( Foto: Alumni SMAN 3 Bandung / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 18 Oktober 2019 | 22:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji mengajak seluruh masyarakat Indonesia mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai bentuk dukungan, Alumni lintas angkatan ini menyatakan pelantikan Jokowi-Maruf sebagai pengukuhan kedaulatan rakyat.

Pernyataan itu dilontarkan alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji lintas angkatan saat menyelenggarakan pernyataan sikap dan doa bersama di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

“Jika dalam pilpres kemarin masyarakat Indonesia terbelah berdasarkan pilihan calonnya, termasuk di antara komunitas alumni, maka kami alumni SMAN 3 Ngahiji ingin mengajak agar seluruh komponen bangsa kembali bersatu. Itulah mengapa kami mengadakan acara hari ini,” ujar Mohammad Farhan, alumus SMAN 3 Bandung yang juga anggota DPR RI dari Partai NasDem saat memberikan sambutan.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh beberapa perwakilan, Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji menegaskan komitmennnya untuk mengawal dan mendukung Joko Widodo sebagai Presiden dan Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden yang terpilih secara sah berdasarkan konstitusi yang akan memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) periode 2019-2024.

“Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan kami menyambut pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin,” ungkap Ketua Panitia Acara Debyannie Mamusung, alumni SMAN 3 angkatan 85.

“Kami siap mengawal dan mendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang terpilih secara sah berdasarkan konstitusi yang berlaku, untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia periode 2019-2024,” ungkap Rosana Budhiman, alumnus Angkatan 87.

Alumni SMAN 3 Bandung Ngahiji juga menyatakan menolak segala upaya untuk menghalangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

“Kami menolak setiap upaya untuk menghalangi atau menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang,” kata alumnus SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji lainnya, M. Fariza Y Irawady.

Mengutuk Terorisme

Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji juga mengutuk segala paham dan aksi terorisme yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan NKRI. “Kami menolak setiap upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman berbangsa rakyat Indonesia serta siap melawan radikalisme dan terorisme,” kata Dina Arjanti, salah satu alumnus SMA Negeri 3.

“Pelantikan ini mengukuhkan kedaulatan rakyat setelah rakyat Indonesia memberikan hak suaranya dengan datang ke TPS pada April lalu. Inilah people power sesungguhnya yaitu ketika rakyat berbondong-bondong ke TPS,” ujar Fariza.

Alumni SMA Negeri 3 Bandung Ngahiji yang lain dalam pernyataan sikapnya, Euis Presmawati, alumnus angkatan 75, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Ia menegaskan, setelah pilpres, tidak istilah 01 dan 02, yang selalu ada sila ke-3 yaitu persatuan Indonesia.

“Jangan ada lagi 01 dan 02. Mari kita eratkan 03 yang merupakan nilai agung dari Pancasila, persatuan Indonesia,” kata dia.

Hal senada disampaikan oleh Ariyyo Bimo dari angkatan 92. Dia mengajak untuk memperat persaudaraan yang sempat koyak ketika musim pilpres.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita semua, yang mencintai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Setelah pernyataan sikap dilakukam doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Ustad M Rizal Maulana yang merupakan Anggota Jami'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (DPP JATMI).

Dalam doanya Ustadz Rizal mengajak untuk mencintai Pancasila dan NKRI dan berharap Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi segenap masyarakat Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan