Jokowi Diingatkan untuk Cermat Memilih Menteri Ekonomi

Jokowi Diingatkan untuk Cermat Memilih Menteri Ekonomi
Ray Rangkuti. ( Foto: Antara )
Asni Ovier / AO Jumat, 18 Oktober 2019 | 23:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden periode kedua tinggal menunggu hari. Ada segudang persoalan, terutama menyangkut masalah ekonomi yang belum mampu dituntaskan Jokowi pada periode pertama pemerintahannya. Misalnya, utang luar negeri yang mencapai US$ 393,5 miliar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 5.500 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, Presiden Jokowi harus cermat dalam memilih menteri yang mempunyai komitmen kuat untuk menekan utang luar negeri, bukan malah mempertahankan menteri yang gemar berutang dengan bunga yang sangat tinggi.

Selain itu, Jokowi juga perlu memiliki menteri di sektor ekonomi yang memiliki konsep serta teruji. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan di angka 5%, seperti yang terjadi saat ini. Apalagi, janji kampanye Jokowi adalah menggenjot perekonomian bisa merangsek ke level 7%.

"Saya melihat kriteria tersebut ada pada sosok ekonom senior Rizal Ramli. Dia mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja. Dia memiliki jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat," kata Ray Rangkuti di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, Rizal Ramli mampu mengatasi ancaman ekonomi Indonesia yang bakal terpuruk di angka 4%, sebagaimana disampaikan para analis. Selain itu, Menko Ekuin era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga bisa mewujudkan pembangunan dengan tidak lagi mengandalkan utang.

"Dia memiliki riwayat panjang mengelola ekonomi, cukup berhasil waktu itu. Faktanya, saat era pemerintahan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) pertumbuhan ekonomi dari minus 3% bisa terdongkrak menjadi positif 4,5% dalam 21 bulan," tegasnya.

Terkait kehadiran Rizal Ramli di kabinet, menurut Ray, hal itu tidak jadi soal. Rizal bisa menjadi wakil dari Partai Gerindra, karena pada saat pilpres lalu dia adalah pemikir utama capres yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Dia bisa mewujudkan cita-cita Prabowo yang ingin ekonomi melesat hingga dua digit," tukas Ray.

Selain itu, kehadiran Rizal Ramli di kabinet adalah jawaban atas gagasan besar Trisakti dan Nawacita di bidang ekonomi yang menekankan kedaulatan dan kemandirian bangsa.

"Kehadirannya di kabinet mewakili ekonom-ekonom antineoliberal," ujar Ray Rangkuti.



Sumber: Suara Pembaruan