PKS Berdoa Partai Koalisi Prabowo-Sandi Tetap Jadi Oposisi

PKS Berdoa Partai Koalisi Prabowo-Sandi Tetap Jadi Oposisi
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera ( Foto: ANTARA )
Yustinus Paat / WBP Sabtu, 19 Oktober 2019 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tetap berharap dan berdoa partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di barisan oposisi dalam pemerintahan Jokowi Jilid II. Menurut Mardani, oposisi yang kuat justru akan membuat demokrasi menjadi sehat dan pemerintahan berjalan efektif.

"Kami berharap dan berdoa agar seluruh partai koalisi Prabowo-Sandi menjadi oposisi," ujar Mardani Ali Sera dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk "Teka Teki Menteri dan Koalisi" di D'consulate Resto & Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Mardani mengingatkan partai politik soal etika publik dan logika demokrasi. Pasalnya, publik sudah mengetahui bahwa proposal pembangunan Indonesia versi Prabowo-Sandi berbeda dengan proposal pembangunan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Kita perlu belajar memiliki etika publik dan logika demokrasi. Etika publiknya apa? Ketika kita mengatakan proposal kami 7 persen (pertumbuhan ekonomi), Pak Jokowi cuma 5 persen. Nanti kita perjuangkan itu di oposisi sehingga 5 persen bisa menjadi 6 persen. Kalau kami yang menang kan jadi 7 persen, tetapi rakyat pilih Pak Jokowi, yah kita dukung dan tetap memperjuangkan 7 persen itu," jelas Mardani Ali Sera.

Apalagi, kata Mardani, sudah banyak biaya yang yang dihabiskan untuk menyelenggarakan Pemilu 2019. KPU, kata dia, mengeluarkan biaya sekitar Rp 30 triliun dan Bawaslu sekitar Rp 15 triliun untuk menjalankan Pemilu Serentak 2019. "Bukan hanya biaya tetapi energi sosial, huru hara, tetapi pada ujungnya ada pemerintahan yang tidak kuat kalau oposisinya tidak kuat. Tentu rakyat bisa kecewa," tandas Mardani Ali Sera.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan demokrasi akan sehat jika memiliki kekuatan penyeimbang yang solid. Kekuatan penyeimbang ini sebenarnya tidak ada kaitan dengan rekonsiliasi pasca Pemilu 2019.

"Ini tidak ada kaitan dengan rekonsiliasi, kami selalu berkomunikasi. Rekonsiliasi tidak ada urusan bergabung di dalam semua koalisi. Bahkan di dalam koalisi sendiri, ada yang tidak mau bersalaman, bagaimana mau rekonsiliasi. Ini kita bicara tentang demokrasi yang sehat, harus ada check and balance, harus ada kekuatan penyeimbang," pungkas Mardani Ali Sera.



Sumber: BeritaSatu.com