BG, Prabowo, hingga Victor Laiskodat Masuk Kabinet Jokowi Jilid II?

BG, Prabowo, hingga Victor Laiskodat Masuk Kabinet Jokowi Jilid II?
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 19 Oktober 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyebutkan sejumlah nama baru bakal masuk kabinet Joko Widodo (Jokowi) Jilid II. Dia menyebutkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur NTT Victor B Laiskodat masuk kabinet Jokowi.

Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama

"Kalau yang masih di dalam, dugaan saya, pertama Menpupera Basuki Hadimuljono, kemudian Menlu Retno Marsudi. Kemudian mungkin Menteri ATR Sofyan Djalil karena pada zamannya program sertifikasi itu berjalan sesuai diminta Pak Jokowi," ujar Qodari dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk "Teka-Teki Menteri dan Koalisi" di D'consulate Resto & Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Menteri Susi "Menghilang" di Istana Negara, Ada Apa?

Selain itu, menteri petahana yang bertahan adalah Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Pasalnya, Bambang sedang menyiapkan blue print pemindahan ibu kota negara sehingga Jokowi butuh kesinambungan.

"Lalu tambah satu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi," ungkap dia.

Sementara menteri yang masuk dari partai politik, kata Qodari, adalah Ryamizard Ryacudu dan Budi Gunawan dari PDIP. Nama menteri dari Partai Golkar diprediksi yang akan kembali menjabat adalah Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

PDIP: Wajar Jika Kami Dapat Kursi Menteri Terbanyak

"Kemudian dari PKB, Hanif Dakhiri, dari Nasdem Victor Laiskodat dan dari PPP Soeharso Monarfa," ungkap dia.

Lebih lanjut, Qodari juga memprediksi nama Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo dari Gerindra. Menurut Qodari, Jokowi dan Prabowo merupakan sahabat dan Prabowo ingin membuktikan konsep dan gagasannya mengenai pangan.

"Kalau Demokrat saya tak berani simpulkan karena kalau di Demokrat itu nama pasti tetapi kursi belum pasti," pungkas Qodari. 



Sumber: BeritaSatu.com