Hormati Kaisar Jepang, Jokowi Diprediksi Umumkan Kabinet Rabu

Hormati Kaisar Jepang, Jokowi Diprediksi Umumkan Kabinet Rabu
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 19 Oktober 2019 | 19:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksikan pengumuman menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) Jilid II dilakukan pada Rabu 23 Agustus 2019. Menurut Qodari, pengumuman tidak mungkin dilakukan pada hari yang sama dengan hari pelantikan.

"Jangan pernah mengharap umumkan kabinet di hari yang sama dengan hari pelantikan karena itu selesainya saja sudah sore," ujar Qodari dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk "Teka Teki Menteri dan Koalisi" di D'consulate Resto & Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

Soal Kabinet, Jokowi: Jumlah Menteri Masih Sama

Qodari menyebutkan alasan mendasar mengapa Jokowi bakal umumkan kabinet pada Rabu mendatang. Pasalnya, adanya agenda pelantikan Kaisar Jepang Naruhito pada 22 Oktober 2019 yang akan dihadiri Presiden Jokowi atau Wapres Ma'ruf Amin.

"Aada satu variabel yang belum pernah dihitung pengamat politik manapun. Ada pelantikan kaisar baru Jepang pada 22 Oktober 2019, jadi salah satu pimpinan negara pasti ke Tokyo, maka dugaan saya Rabu. Tidak mungkin pelantikan kabinet tanpa kehadiran Pak Jokowi atau Kyai Ma'ruf Amin," terang dia.

Lebih lanjut, Qodari meyakini Jokowi sudah memegang nama sejumlah sosok calon menteri kabinetnya. Meskipun, kata dia, masih terbuka adanya perubahan seperti pada saat penetapan calon wakil presiden.

BG, Prabowo, hingga Victor Laiskodat Masuk Kabinet Jokowi Jilid II?

"Nama-nama saya kira sudah clear tapi masih ada kemungkinan berubah, seperti arti dari telepon menggantung di Instagram Jokowi, artinya itu sabar, sabar, sabar. Jadi bukan presiden berpidato, lalu menterinya di rumah seperti zamannya SBY. Kalau Pak Jokowi sudah diberikan persiapan dan seragam," pungkas Qodari.



Sumber: BeritaSatu.com