Pelantikan Presiden, Pengamanan Gedung DPR dan Istana Diperketat

Pelantikan Presiden, Pengamanan Gedung DPR dan Istana Diperketat
Personel Polri melakukan pengamanan dan penutupan jalan menuju kawasan kompleks Parlemen jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Gardi Gazarin / WBP Minggu, 20 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pihak keamanan memberlakukan penjagaan berlapis di sekitar gedung DPR/DPD/MPR RI Minggu (20/10/2019).

Penjaga berlapis mulai dari ring luar sampai dalam gedung parlemen. Penjagaan lapisan pertama dilakukan mulai pertigaan jalan Stasiun Palmerah menuju Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Gelora. Jalan ditutup petugas keamanan menggunakan tameng huru hara yang disusun berjejer menutupi ruas jalan.
Lapisan kedua pengamanan dilakukan di Jalan Gelora, dekat gardu PLN. Barikade jalan dilakukan menggunakan beton, kawat berduri dan water barrier siaga di sana.

Akses jalan menuju Jalan Gelora, Senayan Jakarta, belakang gedung parlemen ditutup pihak keamanan
menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang akan berlangsung pada Minggu (10/10) siang pukul 14.30 WIB.

Petugas keamanan melakukan steril bagi masyarakat yang mau melintas di jalur tersebut. Jalan Gelora sudah steril sejak pukul 00.00 WIB. Hanya pekerja dan petugas keamanan yang boleh melintas di sana. Masyarakat yang mau melintas diminta untuk melewati jalur alternatif.

Seluruh tamu undangan acara pelantikan diarahkan masuk melalui pintu utama gedung Parlemen Senayan, yakni dari Jalan Gatot Subroto. Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih ini akan dihadiri tamu undangan, pejabat negara lain dan perwakilan negara-negara sahabat.

Sementara jalan di seputar Istana Negara dan Kantor Sekretaris Negara sejak Minggu pagi ditutup dan arus kendaraan dialihkan ke jalan alternatif.

Mulai dari pukul 07.00 WIB, petugas keamanan melakukan penutupan di Jalan Veteran menuju Jalan Medan Merdeka Utara dan juga Jalan Veteran menuju Harmoni. Penutupan dilakukan menggunakan water barrier dan kawat berduri. Kendaraan yang datang dari arah Jalan Juanda maupun Istiqlal dialihkan ke Jalan Juanda secara berlawanan arus.

Pengemudi roda dua dan empat yang dari arah Istiqlal dapat melintasi jalur Trasnjakarta ke arah Harmoni. Penutupan jalan juga dilakukan di depan Kantor Sekretariat Negara arah Harmoni. Penutupan diberlakukan dua arah, baik untuk kendaraan yang datang dari arah Monas maupun dari Harmoni. Petugas mengalihkan arus kendaraan menuju Jalan Suryo Pranoto. Bagi yang hendak menuju gedung parlemen dapat menggunakan jalan ini. Informasi yang diperoleh penutupan ruas jalan di seputar Istana sudah terjadi sejak pagi jam 06.00 WIB.

Kawasan wisata Monunen Nasional (Monas) ditutup saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Kepala Seksi Ketertiban UPT Monas, Yayang Kustiawan kepada SP Minggu (20/10/2019) mengatakan, alasan penutupan kawasan Monas dikarenakan lokasinya yang berada di kawasan ring satu. "Penutupan kawasan wisata Monas sebagai langkah antisipasi untuk menekan kejahatan di lingkup istana. Selain itu, kawasan Monas akan digunakan sebagai tempat transit dan sterilisasi tamu yang akan datang ke istana," kata Yayang Kustiawan.

Penutupan kawasan tersebut dimulai hari Minggu (20/10/2019) pukul 00.00 malam dengan durasi menyesuaikan dengan situasi di lokasi.

Petugas keamanan juga melakukan pengamanan ketat di depan kediaman Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo No. 16 Menteng, Jakarta Pusat. Satu unit panser Anoa terlihat disiagakan di sana.

Panser Anoa terparkir di ujung pertigaan Jalan Situbondo. Di depannya, berdiri satu tenda pos jaga yang dikawal oleh aparat Kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres). Akses Jalan Situbondo juga disterilkan. Hanya warga sekitar dan tamu VIP atau menteri yang diizinkan melintas.

Sejumlah helikopter pun beberapa kali terlihat berputar di atas kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu.



Sumber: Suara Pembaruan