Panglima TNI Pastikan Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan

Panglima TNI Pastikan Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin apel pengamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Kamis (17/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
/ WBP Minggu, 20 Oktober 2019 | 11:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan kondisi Jakarta menjelang pelantikan presiden terpilih cukup aman dan kondusif. Saat ini, personel gabungan TNI dan Polri pun sudah disiagakan di sejumlah titik.

"Hari ini saya menyatakan bahwa semua berjalan lancar dan keamanan terjaga untuk mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sesaat setelah pengecekan pasukan di Graha Jalapuspita, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019).

Jelang Pelantikan, Jokowi Terima Kunjungan Pemimpin Negara Sahabat

Dalam kesempatan itu, Panglima mengaku juga telah melakukan pengecekan kesiapan pasukan pengamanan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pengecekan dilakukan secara langsung titik-titik strategis di sekitar Gedung DPR hingga Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Jelang Pelantikan, Ma'ruf Amin Olahraga Pagi Ditemani Istri

Untuk mengamankan titik-titik strategis, tidak kurang sebanyak 31.000 personel gabungan dari TNI dan Polri dilibatkan. Semua dilakukan demi kelancaran seluruh proses pelantikan hingga esok hari.

Guna mendukung pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hari ini, Panglima TNI juga menjelaskan pihaknya akan mengerahkan sejumlah helikopter, pesawat tanpa awak (drone), dan pesawat jenis Boeing untuk memantau keamanan melalui udara.

Hasil pantauan akan dilaporkan secara langsung di pos pusat pengamaman yang berada di Jalan Merdeka Barat. Pantauan udara dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman saat pelantikan presiden dan wakil presiden.

"TNI mengerahkan beberapa pesawat helikopter khususnya untuk wilayah Istana Merdeka dan DPR RI, termasuk pesawat Boeing untuk memantau dari udara di pos-pos tertentu yang dianggap kritis," kata Hadi Tjahjanto.



Sumber: Suara Pembaruan