Posisi Gerindra di Kabinet Belum Aman

Posisi Gerindra di Kabinet Belum Aman
Presiden RI Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan sekembalinya dari gedung DPR tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / JAS Minggu, 20 Oktober 2019 | 22:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masuk atau tidaknya Partai Gerindra di kabinet Jokowi akan diketahui Senin (21/10/2019) besok. Pasalnya besok, Presiden Jokowi akan mengumumkan nama-nama para menterinya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan posisi Gerindra di kabinet belum aman. Penyebabnya karena Gerindra minta jatah tiga-lima menteri.

"Jokowi hanya memberi Gerindra dua jatah menteri. Itupun Jokowi sudah sulit karena anggota koalisi yang sudah lama bergabung menolak kehadiran Gerindra," kata sebuah sumber di Jakarta, Minggu (20/10/2019) malam.

Ia menjelaskan yang membuat rumit posisi Gerindra adalah permintaan terhadap menteri-menteri strategis. Posisi yang disebut adalah Menteri Pertahanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri BUMN, dan Menteri Pertanian.

"Gerindra didukung Megawati. Untuk koalisi di Pilpres 2024 mendatang. Apalagi hubungan Megawati dengan Surya Paloh (Ketum Nasdem) sedang tidak harmonis. Megawati lebih memilih Gerindra dan membuang Nasdem," tegasnya.

Sumber itu menambahkan Golkar mendapat empat jatah menteri. Dua menteri lama yaitu Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita akan dipakai lagi. Dua menteri lain dia tidak mau menyebut namanya.

Dari Nasdem ada tiga menteri. Dua di antaranya Siti Nurbaya dan Viktor Laiskodat.

"Dari PKB empat menteri. Hanif Dhakiri dan Eko Putro Sandjojo masih dipakai. Dua lainnya masih dicari pos kementerian yang pas," tutup sumber tersebut.

 



Sumber: Suara Pembaruan