Pagar Nusa NU: Empat Tantangan Jokowi-Ma'ruf

Pagar Nusa NU: Empat Tantangan Jokowi-Ma'ruf
Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Senin, 21 Oktober 2019 | 05:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin telah resmi dilantik pada Minggu (20/10/2019. Pemimpin Indonesia ini akan menahkodai negeri kita selama lima tahun ke depan, pada 2019-2024.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama M Nabil Haroen menyampaikan apresiasi dan selamat bekerja kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Presiden Jokowi akan melanjutkan gagasan-gagasan besarnya untuk Indonesia. Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin akan mendapingi dengan kapabilitas, ketenangan, serta gagasan penting tentang ekonomi kerakyatan," ujar Nabil kepada Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Indonesia, kata Nabil, sedang menghadapi empat tantangan besar, yakni di bidang ekonomi, sumber daya manusia, pertahanan dan radikalisme. Bidang ekonomi, kata dia, harus menjadi perhatian penting bagi kita semua.

"Ancaman resesi global di depan mata. Problem ekonomi asuransi kesehatan BPJS harus segera dicarikan solusinya. Ketimpangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan perlu menjadi perhatian," kata dia.

Sementara, sumber daya manusia Indonesia, tutur Nabil, sangat melimpah. Menurut dia, bangsa Indonesia mempunyai potensi SDM yang sedang belajar dan bekerja di level internasional. "Tantangan teknologi dan era revolusi 4.0 telah hadir dalam keseharian kita. Pemimpin Indonesia harus mendorong percepatan kualitas SDM serta produktifitas berbasis teknologi, kreatifitas dan nilai kebudayaan," ujar dia.

Lebih lanjut, Nabil mengatakan bidang pertahanan dan keamanan merupakan simpul penting dalam keberlangsungan pemerintahan. Menurut dia, isu geopolitik dan pertahanan di kawasan Asia Tenggara dan Laut China Selatan merupakan tantangan nyata.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat bagaimana kondisi geopolitik internasional menjadi tantangan bagi kita," tutur anggota DPR itu.

Kemudian, Nabil juga menyinggung radikalisme yang menjadi problem besar bagi Indonesia dan negara-negara di dunia internasional. Kelompok-kelompok radikal, kata dia, masih tetap eksis di Indonesia, dengan beragam pola, aliran dan ideologinya. Indonesia membutuhkan solusi nyata atas tantangan radikalisme ini.

"Kita perlu bergandengan dan bekerja sama untuk Indonesia. Seluruh elemen bangsa perlu sadar dengan perannya, memberi kontribusi untuk bangsa Indonesia. Pagar Nusa, selama beberapa dekade setia mengawal persatuan dan keutuhan Indonesia. Kami siap bekerja, bekerja, dan bekerja, untuk kebaikan Indonesia dan kemaslahatan bersama," ujar Nabil.



Sumber: Suara Pembaruan