Relawan Jokowi Tak Ingin Gabungnya Prabowo Justru Ancam Pemerintahan

Relawan Jokowi Tak Ingin Gabungnya Prabowo Justru Ancam Pemerintahan
Ribuan massa relawan, nonton bareng pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden Joko Widodo dan dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, menggunakan layar besar, di Taman Pandang Istana, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Senin, 21 Oktober 2019 | 22:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke dalam kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin ditanggapi secara dinamis oleh para relawan pendukung Jokowi.

Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas, bercerita Jokowi telah memanggil para pimpinan kelompok relawan tadi malam.

"Beliau menyampaikan dengan bahasa halus, kemungkinan Gerindra akan masuk," kata Umbas, usai syukuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf, di Menteng, Senin (21/10/2019).

Kata dia, di pertemuan itu tak terlalu banyak waktu untuk berdialog panjang soal rencana tersebut. Namun, para relawan tak bisa menyembunyikan kekagetan. Menurut Umbas, usai pertemuan itu, ada kesan kuat para relawan menjadi sedikit gelisah.

"Karena secara psikologis para relawan masih terbawa kerasnya persaingan di pilpres. Agak sulit menerima lawan yang membabi buta di pilpres, kemudian masuk dalam koalisi. Itu yang teman-teman agak sulit menerima," kata dia.

Hal kedua, para relawan melihat bahwa belum ada kepastian soal manfaat politik yang akan diterima Jokowi bila mengajak Gerindra masuk ke koalisi.

"Karena kita juga ingin memastikan Pak Jokowi dalam pemerintahan ke depan tidak terjadi hal-hal di mana ada yang memanfaatkan kekuasaan untuk membajak," kata Umbas.

Walau demikian, mayoritas kelompok relawan meyakini bahwa Jokowi pasti sudah mempertimbangkan semuanya. Kalaupun ada kesempatan untuk bersua lagi, para relawan hanya ingin mendengar alasan lengkap mengapa Gerindra harus diajak masuk ke koalisi.

Satu lagi, kelompok relawan ingin kepastian bahwa masuknya Gerindra itu takkan memberi ancaman dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam lima tahun mendatang. Sebab relawan melihat gelagat Prabowo yang aneh karena masuk ke kabinet dengan syarat posisi menteri tertentu.

"Soalnya kan kalau dia (Prabowo, red) bergabung kemudian mengajukan posisi menteri tersendiri, kan menimbulkan tanda tanya," ujarnya.

"Penegasan saja, apakah relawan kecewa?" tanya wartawan.

"Relawan berprinsip, Pak Jokowi yang menjalani dan lebih paham soal susunan kabinet lima tahun ke depan. Tapi jangan sampai keputusan ini berdampak buruk. Namun memang sebagian besar relawan kecewa dengan keputusan itu," ujar Umbas.



Sumber: BeritaSatu.com