Sudah 11 Calon Menteri dari Parpol yang Dipanggil Jokowi

Sudah 11 Calon Menteri dari Parpol yang Dipanggil Jokowi
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. ( Foto: Beritasatu.com )
Carlos KY Paath / Asni Ovier / AO Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Proses pemanggilan calon menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berlanjut. Hingga Selasa (22/10/2019) pukul 14.30 WIB, sudah ada 11 calon menteri dari partai politik (parpol) yang dipanggil Jokowi. Sementara, calon menteri dari kalangan profesional sudah 12 orang.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di Istana Negara, Selasa (22/10/2019), calon menteri dari Partai Golkar yang sudah dipanggil Jokowi sebanyak 3 orang. Mereka adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali.

Sebenarnya, pada Senin (21/10/2019), kader Partai Golkar yang juga Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu juga datang ke Istana. Namun, perempuan yang akrab disapa Tetty itu dipastikan tidak menjadi menteri.

Sementara, calon menteri dari Partai Nasdem sudah ada dua orang yang menghadap Jokowi. Mereka adalah mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.

Dari PKB, juga ada dua orang yang telah dipanggil Jokowi sebagai calon menteri. Mereka adalah Ida Fauziyah dan Abdul Halim Iskandar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Timur.

Dua politisi Partai Gerindra juga telah menghadap Presiden Jokowi, kemarin. Mereka adalah Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Edhy Prabowo. Dari PPP ada satu orang yang sudah dipanggil, yakni Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa.

Sedangkan, dari PDIP yang merupakan partai utama pendukung Jokowi, baru satu orang yang dipanggil, yakni Juliari Peter Batubara. Pria yang akrab disapa Ari Batubara itu merupakan pengusaha dan Wakil Bendaraha Umum DPP PDIP.

Dari kalangan profesional, tercatat sudah 12 orang yang dipanggil Jokowi. Mereka adalah Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Jenderal Tito Karnavian, Fadjroel Rachman, Pratikno, Nico Harjanto, Sri Mulyani Indarwati, Basuki Hadimuljono, Fachrul Razi, dan mantan Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia.



Sumber: Suara Pembaruan