Jadi Menteri, Jenderal Tito Mundur

Jadi Menteri, Jenderal Tito Mundur
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa, 17 September 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Puspa Perwitasari )
Farouk Arnaz / FMB Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengajukan pengakhiran dinas dengan pensiun dini setelah orang nomor satu di tubuh korps baju cokelat itu diajak Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin masuk ke dalam kabinet kerja.

“Masih diproses (pengunduran diri Tito),” kata Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (22/10/2019). Proses ini harus dilalui karena jabatan menteri merupakan jabatan politis sehingga polisi yang duduk di sana harus mundur sebagai polisi.

Jabatan Baru Menunggu Tito, Gerbong Polri Bergerak

Ini sama saat mantan Wakapolri Komjen (pur) Syafruddin mengundurkan diri dari Polri sebelum dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Agustus tahun lalu.

Secara probadi Tito memang pernah mengatakan pada 2017 lalu jika dia ingin pensiun dini antara 2017 sampai dengan 2022. Alasan Tito saat itu adalah dia ingin mendapatkan hidup yang tidak selalu dalam tekanan tinggi.

Alasan kedua adalah terkait dengan organisasi Polri. Menurut Tito, jika dia tetap menjabat sebagai kapolri sebagai polisi aktif sampai 26 Oktober 2022 atau saat dia tepat berusia 58 tahun maka itu juga tidak baik karena tidak akan ada kreativitas lagi.

Tito saat itu mengatakan dia ingin menjadi pendidik, jadi pembicara, kemudian jadi peneliti. Kini sejumlah skenario pun mengemuka jika Tito akan dijadikan menteri dalam negeri atau menteri pendayagunaan aparatur negara.

Kapolri Tito Karnavian Hadir di Istana

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, yang akan pensiun pada Desember nanti, disebut-sebut akan menggantikan posisi Tito sebagai PLT Kapolri. Proses penunjukan Kapolri definitif memerlukan waktu termasuk proses fit and proper test di DPR.

Tito sudah menjabat Kapolri sejak Juli 2016 atau sudah lebih dari tiga tahun. Dia termasuk Kapolri yang cukup lama duduk di jabatannya.



Sumber: BeritaSatu.com