Johnny G Plate Ingin Lahirkan Lebih Banyak Unicorn dan Decacorn

Johnny G Plate Ingin Lahirkan Lebih Banyak Unicorn dan Decacorn
Serah terima jabatan Menkominfo dari Rudiantara (kiri) ke Johnny G Plate, Rabu 23 Oktober 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Herman / YUD Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johnny Gerard Plate resmi ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk periode 2019-2024. Johnny menggantikan posisi Rudiantara yang menjabat sebagai Menkominfo di periode sebelumnya.

Sebagai Menkominfo yang baru, Johnny mengaku bakal melanjutkan program-program prioritas Kemkominfo yang harus diselesaikan. Johnny juga ingin melahirkan lebih banyak lagi perusahan rintisan (startup) dari Indonesia yang bergelar unicorn hingga decacorn.

Unicorn sendiri merupakan gelar yang diberikan untuk sebuah startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar, sedangkan decacorn memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar, atau 10 kali lipat dari nilai valuasi yang dimiliki startup unicorn. Saat ini sudah ada empat startup Indonesia yang menyandang gelar unicorn yakni Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, dan OVO. Sedangkan gelar decacorn baru dimiliki oleh Gojek.

“Indonesia harus mampu menghasilan lebih banyak lagi unicorn, decacorn, dan kalau bisa yang skalanya sampai US$ 100 miliar. Kita akan segera rapat untuk menentukan roadmap-nya,” kata Johnny G Plate usai acara serah terima jabatan Menkominfo, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Untuk mewujudkan target ini, Johnny mengaku bakal kembali memposisikan Kemkominfo tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator. Warisan dari Rudiantara inilah yang akan diteruskan.

“Nanti kan ada banyak ahlinya. Pasti yang pertama harus dilakukan adalah memberi kemudahan. Peran Kemkominfo selain menjadi regulator, juga sebagai fasilitator. Ini penting untuk mempercepat kesempatan-kesempatan, khususnya di digital ekonomi ini agar menjadi tempat ‘selancarnya’ para millennial. Ini tentunya akan jadi perhatian yang besar. Kita juga perlu regulasi yang memungkinkan ‘selancar’ ini dilakukan dengan baik,” paparnya.

Johnny juga mengungkapkan, perlindungan data pribadi akan menjadi prioritasnya. RUU Perlindungan Data Pribadi rencananya juga akan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. "Kita harus selesaikan secepatnya payung hukum terkait perlindungan data pribadi. Saya akan berkoordinasi dengan parlemen untuk mempercepat itu," kata Johnny.

Program Rudiantara sebelumnya yang akan dilanjutkan seperti memperluas pembangunan infrastruktur digital hingga ke pelosok, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital. “Ibaratnya tendangan penalti, saya ingin membuat gol. Hal-hal yang barangkali dibutuhkan dan perlu mengambil keputusan cepat, akan saya ambil cepat,” kata Johnny.

Meskipun tidak memiliki latar belakang di bidang komunikasi dan informatika, Johnny menyebut tugas yang diembannya ini bukan merupakan dunia yang baru.

“Di dunia ini tidak ada yang baru, yang ada kita menyesuaiakan diri ke perubahan. Karena gerakan perubahan dimulai dari cara berfikir kita, dan perubahan itu hal yang pasti. Kalau kita tidak berubah, kita akan mati. Kita ingin hidup untuk masa depan, maka semua perubahan harus kita sesuaikan, termasuk ke Kominfo” ujar Johnny.

Johnny Gerard Plate lahir di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956. Ia merupakan lulusan dari Universitas Atma Jaya, Jakarta. Selain sebagai politisi, Johnny merupakan seorang pengusaha di bidang alat-alat perkebunan. Pada 2007-2015, Johnny juga pernah menjadi bagian dari bisnis Air Asia. Sedangkan di karier politiknya, Johnny berhasil menjadi anggota DPR-RI pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I. Ia bertugas di Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019. Pada tahun 2017, Johnny kemudian ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem.



Sumber: BeritaSatu.com