PDIP: Biarkan Para Menteri Jokowi Bekerja Dulu

PDIP: Biarkan Para Menteri Jokowi Bekerja Dulu
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019 ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / CAH Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi PDIP Restu Hapsari mengimbau publik agar memberikan kesempatan kepada para menteri kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja terlebih dahulu. Restu menilai pro dan kontra terkait profil dan kompetensi mereka adalah sesuatu yang wajar. Menurutnya kinerja yang mereka lakukan menjadi tolak ukur utama bagi publik untuk menilainya.

"Terkait pro dan kontra beberapa profil menteri yang dianggap bermasalah atau tidak kompeten, biarlah mereka bekerja dulu, biarkan mereka buktikan bahwa mereka bisa wujudkan program Jokowi," ujar Restu di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Apalagi, kata Restu, Presiden Jokowi sudah mengingatkan para menterinya bisa dicopot di tengah jalan jika tidak serius bekerja. Pasalnya, menurut dia, pada dasarnya para menteri adalah pembantu presiden yang harus bertanggung jawab bagi masa depan dan kejayaan bangsa.

"Seperti yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa di dalam diri seorang menteri melekat sebuah nama dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan segala integritas dan dedikasinya untuk bangsa dan negara," ungkap dia.

Presiden Jokowi telah memberikan tujuh perintah sebagai peringatan kepada para menterinya. Pertama, tidak boleh melakukan korupsi, dan ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi.

"Meski dalam penyusunan kabinet kali ini tak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saya yakin Presiden Jokowi tak main-main soal korupsi," tandas dia.

Perintah kedua, tak ada visi menteri, yang ada adalah visi Presiden dan Wakil Presiden. Perintah ketiga, kerja cepat, kerja keras, kerja produktif. Perintah keempat, jangan terjebak dalam rutinitas yang monoton, jika memungkin harus out of the box. Perintah kelima, kerja yang berorientasi pada hasil nyata,. Hal ini untuk mengukur keberhasilan para menteri terhadap kerja-kerja kerakyatan.

Perintah keenam, harus selalu cek masalah di lapangan dan menemukan solusi. Hal ini akan mendekatkan para menteri kepada rakyat karena akan terasa kebermafaatannya bagi rakyat. Dan perintah ketujuh, adalah harus serius dalam bekerja, yang tidak serius akan dicopot di tengah jalan.

Lebih lanjut, Restu meminta Presiden Jokowi memperbaiki pola komunikasi politik istana ke ruang publik. Hal ini untuk memastikan agar tak ada lagi blunder-blunder politik yang membuat gaduh dan menyita banyak energi yang tak perlu.

"Presiden Jokowi harus banyak melihat dan mendengar serta melibatkan kelompok-kelompok kritis dan strategis di masyarakat agar tidak buta dan tuli terhadap suara rakyat atau publik," pungkas Restu. 



Sumber: BeritaSatu.com