Komposisi Kabinet

Bamsoet: Semangat Check and Balances Tetap Dijaga

Bamsoet: Semangat Check and Balances Tetap Dijaga
Bambang Soesatyo. ( Foto: Antara )
Stefy Tenu / FER Kamis, 24 Oktober 2019 | 21:16 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, menegaskan, walaupun komposisi Kabinet Indonesia Maju diisi oleh perwakilan kader dari enam partai politik, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, dan PPP, tak akan mengurangi semangat check and balances antara legislatif dengan eksekutif. Anggota legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat, tetap akan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai yang diamanahkan aturan perundangan.

"Di DPR misalnya, fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen tetap akan berjalan. Karena anggota DPR harus mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada rakyat, bukan sekadar menjadi tukang stempel. Kebijakan pemerintah yang baik tentu akan didukung, yang belum baik diperbaiki dan disempurnakan. Sedangkan di MPR, tugas untuk melakukan amandemen terbatas UUD NRI 1945 juga tetap berjalan dengan mengedepankan partisipasi rakyat seluasnya," ujar Bamsoet saat menghadiri Saresehan dan Tasyakuran Ketua MPR di Semarang, Kamis (24/10/19).

Kepala Badan Negara FKPPI ini menjelaskan, saresehan dan tasyakuran dimaksudkan untuk doa bersama sekaligus mensyukuri kepercayaan rakyat terhadap Partai Golkar. Berkat dukungan rakyat, kader Partai Golkar yakni Bambang Soesatyo dari Dapil Jawa Tengah VII dipercaya menjadi Ketua MPR. Serta tiga orang menjadi menteri, yakni Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian, dan Zainudn Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

"Tasyakuran ini juga sekaligus sebagai ucapan rasa syukur pelantikan presiden dan wakil presiden berjalan dengan lancar dan khidmat. Satu tugas MPR melantik presiden dan wakil presiden purna sudah dilaksanakan dengan lancar. Kedepan masih banyak tugas penting MPR lainnya yang harus diselesaikan. Saya mohon dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar tugas-tugas bisa diselesaikan dengan baik dan sempurna," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan, salah satu tugas MPR ke depan yang harus mendapat perhatian serius adalah rekomendasi MPR periode 2014-2019 terkait amandemen terbatas UUD 1945. Dipastikan amandemen terbatas UUD 1945 tidak akan menjadi bola liar. Karena, amandemen hanya akan menyentuh bidang ekonomi dan pembangunan saja.

"Saat ini MPR tengah membuka aspirasi dan masukan dari semua pihak terkait dengan usulan amandemen terbatas UUD 1945. Saya akan mendatangi seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta melakukan sosialisasi empat pilar. Jawa Tengah merupakan kunjungan resmi pertama saya sebagai Ketua MPR, karena daerah pemilihan (Dapil) saya berada di Jawa Tengah VII, yaitu Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen," tutur Bamsoet.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan DPP Partai Golkar sekaligus Anggota DPR Dapil Jawa Tengah II Nusron Wahid, mengapresiasi keberhasilan Bamsoet memecahkan mitos Ketua DPR gagal terpilih kembali menjadi anggota DPR. Bahkan, Bamsoet bisa membuktikan diri dipilih menjadi Ketua MPR, usai menjabat Ketua DPR.

"Mas Bamsoet ini manusia yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya di Indonesia, seorang Ketua DPR usai menjabat bisa langsung dipercaya menjadi Ketua MPR. Ini jelas sangat luar biasa. Karir politinya dimulai dari bawah, dari mulai menjadi Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR, Ketua Komisi III DPR, Ketua DPR, dan kini Ketua MPR. Entah besok akan menjadi Ketua apalagi," tutur Nusron.

Lebih jauh, Nusron menjelaskan, posisi Bamsoet sebagai Ketua MPR sejajar dengan presiden, sebagai pimpinan lembaga tinggi negara, patut dibanggakan. Posisi dan tanggungjawab tersebut lebih tinggi dibanding jabatan menteri.

"Kita harus bangga ada anggota DPR Partai Golkar dari Dapil Jawa Tengah posisinya sama dengan Presiden. Kita doakan bersama kiprah Mas Bamsoet sebagai Ketua MPR akan membawa Indonesia dan Partai Golkar lebih maju lagi," pungkas Nusron.



Sumber: Suara Pembaruan