Tunjuk 12 Wamen, Jokowi Ingin Kerja Cepat

Tunjuk 12 Wamen, Jokowi Ingin Kerja Cepat
Presiden Joko Widodo, bersama Wakil Presiden KH. Ma’aruf Amin memberikan selamat kepada wakil-wakil menteri Kabinet Indonesia Maju usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / MPA Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:36 WIB


Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menginginkan seluruh kementerian bekerja cepat. Pengangkatan 12 wakil menteri (wamen) untuk 11 kementerian menjadi salah satu upaya mewujudkan kerja cepat tersebut.

“Intinya kenapa kok banyak (wamen)? Namanya saja kabinet kerja Indonesia Maju. Kalau orang mau maju kan high speed (melaju cepat). Jadi perintah presiden harus kerja keras kerja cepat, maka memang perlu ada backup (dukungan),” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Moeldoko enggan memastikan kemungkinan perombakan maupun penambahan posisi wamen. Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi tentu akan melihat perkembangan. Di sisi lain, Moeldoko menuturkan, penunjukan 12 wamen juga mempertimbangkan keterwakilan etnis dan agama.

“Menjaga keseimbangan antar-satu etnis agama dan seterusnya itu juga menjadi pertimbangan,” ucap Moeldoko.

Moeldoko juga bicara terkait dua wamen untuk membantu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Beberapa waktu lalu, Erick sebenarnya meminta tiga wamen.

“Pak Erick melihat beban kerjanya seperti itu akhirnya minta ada tiga (wamen), tapi baru dua kan yang dipenuhi,” ucap Moeldoko.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menyatakan, Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif sehingga akhirnya hanya menunjuk dua wamen BUMN. “Dua-duanya bagus menurut saya. Mereka berasal dari perbankan karena perkembangan BUMN ini kan sangat luar biasa,” kata Fadjroel.

Senada dengan Moeldoko, Fadjroel menyatakan, komposisi wamen sangat menarik, karena mewakili daerah-daerah. “Semua pulau-pulau besar terwakili. Jawa, Sumatera, Kalimantan. Kalimantan kan ada Putra Dayak. Putra Papua sudah ada. Putra dari Sulawesi, Sulawesi Utara. Semuanya sudah lengkap selesai, insyaallah terwakili,” demikian Fadjroel



Sumber: Suara Pembaruan