Siapkan Calon Pemimpin Nasional, PDIP Perkuat Infrastruktur Kepartaian

Siapkan Calon Pemimpin Nasional, PDIP Perkuat Infrastruktur Kepartaian
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat peletakan batu pertama pembangunan kantor DPD PDIP Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Kalteng, Sabtu, 26 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 26 Oktober 2019 | 11:34 WIB

Palangkaraya, Beritasatu.com - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkomitmen untuk terus melahirkan calon pemimpin nasional dari daerah, seperti sosok Joko Widodo (Jokowi) yang awalnya menjadi wali kota Solo kemudian menjadi presiden. Oleh karena itu, PDIP terus melakukan kaderisasi kepemimpinan melalui pemantapan infrastruktur partai, termasuk pembangunan kantor baru.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (26/10/2019). Hasto mengunjungi Palangkaraya dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan kantor DPD PDIP Kalteng.

"Kantor ini desainnya sebagai pusat pengorganisasian kegiatan partai. Maka, ada ciri kebudayaan kita dengan rumah betang, mengingat PDI Perjuangan selalu kukuh dengan jalan kebudayaan," ujar Hasto saat menyampaikan kata sambutan pada pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Ir Soekarno, Palangkaraya, itu.

Turut menyertai Hasto dalam kunjungannya ke Kalteng adalah Wakil Sekjen DPP PDIP Arif Wibowo. Pada acara yang juga dihadiri Gubernur Kalteng Sugianto Sabran itu, Hasto menegaskan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan bahwa membangun kantor untuk kegiatan partai merupakan bagian dari proses pelembagaan politik.

Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan, pada Kongres V di Denpasar, Bali, beberapa bulan lalu, PDIP telah menegaskan diri sebagai partai pelopor. Ada dua ciri partai partai pelopor. Pertama adalah kantor partai sebagai pusat pendidikan politik kader. Berdasarkan penelitian, kata Hasto, mayoritas kepala daerah yang berkomitmen terhadap Pancasila, NKRI dan menjalankan konstitusi adalah berasal dari PDIP.

“Ini bisa terjadi karena proses kaderisasi politik yang benar. Terbukti, pada 2014, kaderisasi itu berpuncak dengan berhasilnya Jokowi muncul sebagai pemimpin yang berasal dari bawah untuk menjadi presiden,” tuturnya.

Hasto menambahkan, Jokowi berproses dari wali kota hingga menjadi presiden. Karena itu, tutur Hasto, kemunculan Jokowi merupakan bukti proses demokrasi di PDIP tumbuh dan dimatangkan dari bawah.

"Maka dengan adanya kantor partai ini, proses pelembagaan politik untuk kepemimpinan tetap dilakukan, sehingga dari Kalteng ini nanti muncul pemimpin nasional," ucap Hasto yang disambut tepuk tangan riuh kader partai berlambang kepala banteng itu.

Dikatakan pula, PDIP terus berupaya konsisten melakukan kaderisasi agar pemimpin bangsa akan dilahirkan dari rahim PDI Perjuangan.

Sementara, ciri kedua partai pelopor adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) kepartaian yang andal. Hasto pun mengharapkan kantor DPD PDIP Kalteng kelak menjadi pusat perekrutaen, kaderisasi, hingga advokasi rakyat yang sebaik-baiknya.

Hasto kembali mengutip pesan Megawati tentang pentingnya menghadapi gempuran pihak-pihak yang berupaya mengganti ideologi Pancasila. Menurutnya, kantor-kantor PDIP harus menjadi pusat kegiatan untuk menumbuhkembangkan kebudayaan nasional.

“Kebudayaan nasional kita jangan tergusur asing, baik kebudayaan dari AS, Eropa, dan Timur Tengah. Bung Karno mengatakan, Indonesia harus berkepribadian dalam berkebudayaan," kata Hasto.

Dia pun berterima kasih dan mengapresiasi kegotongroyongan kader-kader PDIP Kalteng dalam membangun kantor baru. "Kami mohon doanya agar PDI Perjuangan selalu dapat menjalankan tugas kerakyatan dan kebangsaannya, dan memberikan dukungan paling efektif bagi kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin," tandas Hasto.

Pada kesempatan sama Ketua DPD PDIP Kalteng Arton S Dohong menyatakan, kantor baru itu terdiri dari dua gedung di atas lahan seluas 4.500 meter persegi. Satu bangunan merupakan rumah betang khas Dayak dengan daya tampung 200-300 orang.

“Bangunan didesain sebagai rumah betang, yang merupakan rumah adat setempat. Ini demi melestarikan adat Kalimantan Tengah," imbuhnya.

Arton menargetkan kantor baru untuk DPD PDIP Kalteng selesai dan bisa ditempati pada Maret 2020. Adapun kebutuhan anggaran untuk membangun kantor baru itu mencapai Rp 8 miliar.

"Besar harapan kami semoga proses hari ini menjadi penyemangat dan kantor ini bisa meningkatkan rasa percaya diri seluruh kader PDI Perjuangan Kalteng di semua tingkatan dan jenjang," kata Arton.



Sumber: Suara Pembaruan