Bersama Dua Wamen, Erick Tohir Dinilai Bisa Ciptakan Good Corporate Governance di BUMN
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bersama Dua Wamen, Erick Tohir Dinilai Bisa Ciptakan Good Corporate Governance di BUMN

Minggu, 27 Oktober 2019 | 09:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir dan dua wakil menteri, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wiryoatmojo, bisa diandalkan dalam mengubah kompetensi dan budaya bisnis perusahaan milik negara. Ketiganya berasal dari kalangan profesional yang sudah berpengalaman dalam mengelola perusahaan.

"Erick dan dua wakil menteri mampu diandalkan dan bisa menciptakan good corporate governance di BUMN serta membendung laju korupsi di jajaran BUMN," ujar peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman kepada Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Erick Tohir, kata Ferdy, adalah menteri muda dari kalangan profesional dan memiliki segudang pengalaman dan cerita sukses mengolah korporasi. Sementara, Budi Gunadi Sadikin adalah mantan Dirut PT Bank Mandiri dan PT Indonesia Asahan Alumina (Inalum).

Budi bersama mantan menteri BUMN, Rini Soemarno dan mantan menteri ESDM, Ignas Jonan, tutur Ferdy sukses melakukan aksi korporasi terbesar sepanjang sejarah dengan mengakuisisi 51% saham perusahan tambang tembaga dan emas raksasa, PT Freeport Indonesia. Budi juga sangat sukses mengemban tugas di Bank Mandiri dan memimpin Inalum.

Begitu pula dengan Kartika Wiryoatmojo, profesional yang sangat diandalkan di bidang keuangan, terutama perbankan. Tantangan perbankan dan industri keuangan ke depan sangat berat. Bank-bank BUMN harus mampu berkompetisi dengan bank-bank asing yang sangat menjadi dominan di Indonesia.

Ferdy mengungkapkan, di BUMN banyak sekali dirut dan komisaris yang diutus dari partai politik dan beberapa kelompok bisnis dengan berbagai kepentingan. Menurut dia, hal ini membutuhkan seorang pemimpin yang berani agar tidak tersandra ego sektoral.

"Erick harus mampu mengubah budaya BUMN menjadi lebih kompetitif, mampu bersaing di pasar global dan beradaptasi dengan cara-cara berbisnis baru di zaman ekonomi digital yang tumbuh cepat sekarang ini," ujar dia.

Ferdy meyakini Erick, Budi, dan Kartika bisa mengurus 142 perusahaan BUMN yang selama ini banyak mendapat injeksi modal negara, tetapi kinerja mereka banyak yang tak beres. Menurut dia, banyak sekali perusahaan BUMN yang tak menghasilkan laba dan tidak sanggup menjalankan public service offering (PSO) sesuai UU BUMN.

"BUMN yang mencapai 142 perusahaan ini juga tidak bisa diandalkan menggenjot penerimaan negara. Dari 142 BUMN, baru 13 BUMN yang mampu memberikan dividen bagi negara dan tahun 2019 hanya sebesar Rp 62 triliun. BUMN seharusnya bisa lebih besar lagi menghasilkan dividen agar bisa menambah penerimaan negara dan bisa mengurangi beban utang," jelas dia.

Ferdy berharap tiga nahkoda baru BUMN dari kalangan profesional ini diharapkan mampu memberikan perhatian serius untuk membenahi perusahaan-perusahaan BUMN yang bermasalah, seperti PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Stell Tbk dan beberapa perusahaan BUMN lain. Mereka perlu mendorong PT Pertamina (Persero) agar mempercepat proses penyelesaian kilang minyak dan mendorong Pertamina untuk melakukan ekspansi sampai ke luar negeri dalam rangka menaikan produksi minyak nasional.

"Percepatan penyelesaian kilang dan ekstensifikasi bisnis bisa menjadi solusi mengurangi defisit neraca perdagangan akibat impor migas yang terlalu tinggi," ungkap dia.

Ketiga juga diharapkan mampu melanjutkan gagasan holding BUMN yang pernah dilakukan oleh menteri-menteri BUMN sebelumnya. Erick dan Wamen BUMN perlu segera merealisasikan holding perusahaan perkebunan milik negara, PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Belum ada satu pun menteri BUMN yang sukses melakukan konsolidasi PTPN. Boleh jadi program itu stagnan karena resistensi para eksekutif di 14 BUMN perkebunan itu, karena takut kehilangan posisi. Bisa juga karena resistensi para politisi dan elit bisnis yang kerap mendapat untung dari pembelian bahan mentah dari PTPN," kata dia.

Jika PTPN dikonsolidasi, lanjut Ferdy, Indonesia, boleh berbangga diri karena memiliki perusahaan perkebunan kelas dunia. Indonesia bisa menciptakan perusahaan perkebunan sawit dan karet, terbesar dunia.

"Mengapa disebut besar dan mampu bersaing di level dunia? Jawabannya, dari 14 PTPN, total aset mereka jika digabung sebesar US$ 5.6 miliar tahun buku 2012. Ukuran asetnya, tentu tak bisa diragukan. Jika ditotal 14 perusahaan, mereka mampu mengontrol luas lahan sebesar 1 juta hektar konsensi sawit dan karet. Itu baru dari segi aset dan lahan, belum dihitung soal laba bersih," jelas dia.

Masih mengacu pada data tahun buku 2012, kata Ferdy, total laba bersih ke-14 PTPN mencapai US$400 juta per tahun 2012. PTPN bukan hanya memproduksi sawit dan karet, tetapi juga memproduksi gula, teh, kopi dan cocoa. Itu artinya, PTPN menyentuh kehidupan rakyat kecil dan jika kinerjanya bagus, PTPN bisa menjadi pelayan rakyat yang sangat bagus ke depan.

"Apabila konsolidasi ke-14 perusahaan berjalan, maka, PT Perkebunan Nusantara III bisa dipertimbangkan menjadi operator. Total aset ke-14 PTPN mencapai US$5 miliar atau Rp 60 triliun lebih. Konsolidasi PTPN penting karena penggabungan aset akan mendobrak kinerja dan bisa jadi target yang dipasang pemerintah meningkatkan aset PTPN sampai tahun 2015 menjadi Rp 120 triliun, tercapai," tambah dia.

Ferdy mengungkapkann tantangan besar bagi menteri BUMN dan dua wakil menteri adalah melanjutkan program holding yang sudah sukses dilakukan menteri BUMN sebelumnya. Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno bersama Budi Gunadi Sadikin yang sekarang menjadi Wamen BUMN sukses melakukan holding tambang BUMN (penggabungan perusahaan tambang BUMN, yakni PT Inalum, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah) di bawah pimpinan Inalum.

"Dengan holding tambang, Rini dan Budi mampu mengembangan ekspansi, mampu menerbitkan surat utang untuk mengakusisi PT Freeport Indonesia. Ini tentu menjadi modal besar bagi pemimpin baru BUMN untuk segera melakukan konsolidasi BUMN," ujar Ferdy.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Ikut Jejak SBY, Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Temui Ulama

Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim mendatangi ponpes dan bersilaturahmi dengan para ulama di Aceh.

POLITIK | 22 September 2021

DPR Dorong KPU dan Pemerintah Sepakati Jadwal Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong KPU dan pemerintah segera menemukan titik kesepahaman mengenai jadwal penyelenggaraan Pemilu 2024.

POLITIK | 22 September 2021

Perang Supremasi AS dan Tiongkok, Anis Matta: Jangan Lihat Drama, tetapi Skenarionya

Anis Matta menyebut Indonesia harus pandai melihat perang supremasi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

POLITIK | 22 September 2021

Pengamat: Penghargaan Priyardarshni Academy Bukti Kerja Airlangga

Penghargaan Priyadarshni Academy Global Award berhasil diboyong Airlangga berkat kinerjanya mengeluarkan Indonesia dari resesi ekonomi.

POLITIK | 22 September 2021

KPU Akan Simulasi Lagi Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya akan melakukan simulasi lagi terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

POLITIK | 22 September 2021

BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS di Sejumlah Wilayah

BKN akan menjadwal ulang pelaksanaan SKD, 20-21 September 2021 di sejumlah wilayah.

POLITIK | 21 September 2021

DPR Sahkan Nyoman Adhi Suryadnyana Sebagai Anggota BPK

DPR mengesahkan Nyoman Adhi Suryadnyana sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

POLITIK | 21 September 2021

Moeldoko: KASN Masih Dibutuhkan

Moeldoko mengatakan peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih sangat dibutuhkan.

POLITIK | 21 September 2021

Jokowi Jadi Juri, Puan Bawakan Kuis Berhadiah Sepeda untuk Siswa di Banten

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR Puan Maharani meninjau lokasi vaksinasi Covid-19 untuk siswa di Kota Serang, Banten, Selasa (21/9/2021).

POLITIK | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings