Sehatkan Demokrasi, Pemerintah Harus Terima Pemikiran Kritis

Sehatkan Demokrasi, Pemerintah Harus Terima Pemikiran Kritis
Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh memberikan kuliah umum kebangsaan bertema "Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan" di Gedung IASTH Lantai 3 Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan, pemerintahan yang sehat harus bisa menerima pemikiran-pemikiran kritis sebagai bahan koreksi serta perbaikan bagi pemerintahan.

"Pemerintah yang sehat adalah pemerintah yang bisa menerima pemikiran-pemikiran yang mengkritisi," ujar Surya Paloh seusai mengunjung PKS di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Karena itu, kata Surya Paloh, pemerintahan yang sehat juga membutuhkan adanya kekuatan penyeimbang yang kritis. Demokrasi, kata dia, membutuhkan adanya check and balance yang berjalan dengan baik.

"Saya pikir kita semua sepakat, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membutuhkan check and balance," tandas dia.

Pada tempat yang sama, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menandaskan bahwa perbedaan di dalam pilihan politik tidak menjadi alasan untuk bermusuhan. Menurut dia, pertemuan PKS dan Nasdem merupakan upaya bersama membangun demokrasi yang lebih baik dan sehat.

"Kita ingin menegaskan bahwa pertemuan ini dalam rangka ikhtiar kita sebagai sesama partai politik untuk bisa membangun demokrasi yang lebih baik dan sehat, di mana hari-hari ini dapat dengan mudah begitu melihat dua kubu yang berbeda kemudian menuduh pasti itu bermusuhan," ungkap Sohibul.

Sohibul menyebutkan, kebersamaan dalam perbedaan pilihan politik jangan dinilai sebagai sesuatu yang negatif, tetapi merupakan sesuatu yang positif untuk iklim demokrasi Indonesia.

"Kami harapkan, perbedaan pilihan politik ini menjadi sumbangan dari kedua partai ini sebagai pendidikan politik Indonesia, semoga hal yang sama bisa diikuti oleh partai lainnya," katanya.

Perbedaan pilihan politik, lanjutnya, seharusnya tidak menghambat sinergisasi dalam membangun bangsa. "Nasdem di dalam pemerintahan, kami di luar pemerintahan itu tidak menyebabkan kami bermusuhan dan saling menjatuhkan, tetapi kami bisa bersinergi di dalam maupun di luar pemerintah," pungkas Sohibul.



Sumber: BeritaSatu.com