Ansy Lema Ingin Dorong Mitra Kerja Bangun Pangan dan Kelautan NTT

Ansy Lema Ingin Dorong Mitra Kerja Bangun Pangan dan Kelautan NTT
Anggota DPR Fraksi PDI-P, Ansy Lema. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AMA Kamis, 31 Oktober 2019 | 10:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) II, Yohanis Fransiskus Lema menempati Komisi IV yang membidangi pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kelautan, Perikanan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Hal ini berdasarkan keputusan Rapat Paripurna DPR RI perihal Penetapan Nama-Nama Anggota DPR dalam Alat Kelengkapan Dewan telah dilaksanakan tanggal 29 Oktober 2019.

Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Kelautan, Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) dan Perum Bolog menjadi mitra strategis Komisi IV.

“Saya memang berharap masuk ke komisi IV karena bidang kerjanya bersentuhan langsung dengan masyarakat akar rumput, khususnya petani dan nelayan. Komisi IV juga cocok untuk NTT karena mayoritas rakyat miskin NTT tinggal di pedesaan dan pasisir, serta bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan," kata Ansy kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Ansy mengatakan, satu dari lima orang di NTT tidur dalam keadaan lapar. Bahkan ada yang sakit harus berbaring bertahun-tahun di kamar, karena tidak memiliki dana untuk membiayai rumah sakiti. Ini tentu saja memprihatinkan.

"Situasi seperti ini perlu ada kerja politik untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil di NTT. Tingkat kemiskinan di NTT mencapai 21.09% per tahun 2019, jauh di atas tingkat kemiskinan nasional yang hanya mencapai 9 persen," tutur dia.

Untuk itu, sebagai politisi asal NTT, Ansy tergerak hatinya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat NTT di Komisi IV. Menurut dia, mitra kerja Komisi VI cukup strategis untuk kerja politik memperjuangkan aspirasi rakyat NTT.

"NTT harus membangun sektor pertanian agar mencapai kedaulatan pangan, memberdayakan setor peternakan dan berjuang menjadikan laut sebagai sumber ekonomi atau motor penggerak ekonomi baru," kata dia.

NTT, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, perlu melakukan reorentasi dari ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan. Komoditas unggulan pangan seperti beras, sorghum, jagung, rumput laut, kedelai, dan kopi harus segera dikembangkan. Pengembangan pangan dan tanaman perkebunan bermuara pada ketahanan pangan NTT yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan per kapita dan mengeliminasi masalah kesehatan dasar yang menjadi momokk bagi rakyat NTT.

“Kerja politik kami di DPR ke depan adalah mendorong mitra strategis kami melihat potensi NTT dan mulai membangun NTT dari sektor ril yang menyangga kehidupan petani. Kami perlu bertindak menjaga ekosistem alam, kelestarian hutan dan mendukung sektor pertanian. Kami akan mendorong mitra-mitra kami di kementerian pertanian, kementerian kelautan dan KLH untuk bekerjasama dengan pemerintahan daerah (Gubernur-Bupati) untuk membangun sektor-sektor yang menjadi penyangga hidup rakyat NTT," terang dia.

Di sektor kelautan juga, mantan aktivis mahasiswa itu mendorong Kementerian Kelautan untuk bekerja sama dengan Pemda di NTT, karena NTT mempunyai keuntungan strategis dengan letak geografisnya. NTT berpotensi menjadi pelabuhan perdagangan internasional yang dapat dilintasi kapal dagang Australia dan negara-negara Asia.

"Untuk itu, NTT perlu berbenah membangun pelabuhan bertaraf internasional, sehingga layak dilintasi kapal-kapal besar. Kita berharap laut-laut di NTT menjadi ramai, laut yang menghubungkan tiga pulau besar di NTT menjadi menarik," ungkap dia.

Selain itu, menurut Ansy, NTT perlu menyelamatkan dirinya dari kubangan kemiskinan dengan cara membangun sektor pertanian, kelautan dan peternakan. NTT perlu memikirkan pemberian hak istimewa kepada para petani, untuk menentukan sistem pertanian jenis pangan yang hendak dibudidayakan dan akses kepada pangan sehat dan bergizi.

"Hak ini harus dijamin dan dilindungi Pemda. Jaminan hukum bagi kedaulatan pangan yang diinisiasi melalui pemerdayaan petani di desa-desa perlu didorong," tegas dia.



Sumber: BeritaSatu.com