Presiden Jokowi: Kita Harus Waspada Terhadap Politik Dunia

Presiden Jokowi: Kita Harus Waspada Terhadap Politik Dunia
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Puspa Perwitasari )
Carlos KY Paath / CAH Kamis, 31 Oktober 2019 | 17:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perkembangan politik global diwaspadai. Misalnya seperti permasalahan di Chile yag dipicu hanya oleh isu kenaikan tarif transportasi.

“Kita harus waspada terhadap politik dunia yang sekarang ini ada kecenderungan untuk mudah sekali bergejolak. Kita lihat misalnya di Chile, dipicu oleh isu kecil mengenai kenaikan tarif transportasi. Kemudian menimbulkan gejolak yang berkepanjangan,” kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait penyampaian program dan kegiatan di bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Jokowi menuturkan, gejolak di Chile menimbulkan perombakan besar dalam kabinet.

“(perombakan kabinet) itupun tidak meredam gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada anarkisme. Saya kira pengalaman seperti ini harus kita bisa kita baca dan jadikan pengalaman. Kita harus selalu waspada sejak awal,” tegas Jokowi.

Jokowi pun menyinggung mengenai kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Menurut Jokowi, publik harus diberikan pemahaman terkait alasan naiknya tarif tersebut. Jokowi menyatakan, pemerintah sama sekali tidak ingin membebani rakyat.

Baca Juga: Iuran JKN-KIS Resmi Naik, Berikut Perubahannya

“Kalau cara kita menerangkan tidak jelas, masyarakat menjadi dibacanya kelihatannya kita ini ingin memberatkan beban yang lebih banyak pada rakyat, padahal supaya kita semuanya tahu, tahun 2019 kita telah menggratiskan 96 juta rakyat kita yang pergi ke rumah sakit di daerah,” ucap Jokowi.

Baca JugaPresiden Minta Waspadai Demo Boncengi Kenaikan Iuran BPJS

Jokowi menyebut, “(sebanyak) 96 juta orang kita grariskan lewat PBI. Jadi anggaran total yang kita subsidikan ke sana Rp41 triliun. Rakyat harus mengerti ini. Tahun 2020 subsidi yang kita berikan pada BPJS Kesehatan Rp48,8triliun. Ini angka yang besar sekali.” 

 



Sumber: Suara Pembaruan