Revisi UU Ketenagakerjaan, Jokowi: Ajak Bicara Serikat Pekerja

Revisi UU Ketenagakerjaan, Jokowi: Ajak Bicara Serikat Pekerja
Mahfud MD ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Novy Lumanauw / Carlos KY Paath / YUD Kamis, 31 Oktober 2019 | 19:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD mengajak serikat pekerja dan pengusaha duduk bersama membahas tentang rencana pemerintah merevisi Undang Undang (UU) Ketenagakerjaan.

Presiden Jokowi juga meminta agar diutamakan prinsip kehati-hatian dalam pembahasan sejumlah UU kontroversial yang mendapat penolakan publik.

“Karena kadang-kadang sering karena ini tidak kita kelola dengan hati-hati, bisa memicu masalah politik yang berkepanjangan. Ini hanya cara menjelaskan saja. Kadang-kadang yang ikut demo kan juga nggak ngerti substansi, masalahnya di mana,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10).

Presiden Jokowi mengatakan, Mahfud secara intensif melakukan deteksi dini dengan cara membuka komunikasi yang seluas-luasnya kepada semua pihak, baik kelompok buruh, media, organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Non Government Organisation (NGO), dan kelompok-kelompok masyarakat yang lainnya.

“Kita ingin dirancang sebuah reformasi hukum yang baik, hukum yang memberikan jaminan pelayanan kepada masyarakat. Hukum untuk kesejahteraan, hukum untuk pembangunan,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan bahwa pemerintah harus menyelesaikan sejumlah persoalan di bidang ekonomi yang sangat rumit, baik masalah defisit neraca transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

“Ini karena regulasi kita yang telalu banyak,” katanya.



Sumber: Investor Daily