Surya Paloh: Negara Demokrasi Perlu Proses Checks and Balances

Surya Paloh: Negara Demokrasi Perlu Proses Checks and Balances
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh (kedua dari kanan) bersama dengan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu (kanan), dan pimpinan redaksi media massa berdiskusi saat acara "Lunch Pemred Bersama Surya Paloh" di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / AO Kamis, 31 Oktober 2019 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh menegaskan, partainya akan tetap komitmen mendukung penuh jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penegasan tersebut disampaikan setelah Partai Nasdem melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi PKS.

"Justru, kami sedang menikmati berada dalam pemerintahan. Kami pun (Partai Nasdem dan PKS) saling menghormati," kata Surya Paloh saat menjadi tuan rumah pertemuan dengan pimpinan media massa dalam dan luar negeri di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Dalam pertemuan pimpinan media massa dalam dan luar negeri yang dikemas dalam acara "Lunch Pemred Bersama Surya Paloh" itu dihadiri Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 50 pimpinan media massa itu, Surya Paloh menyadari dan menghormati posisi PKS yang berkomitmen menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan. Namun, posisi PKS tersebut tentunya tidak menjadi penghalang bagi partainya untuk berkomunikasi.

"Kami menyadari, tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam rapat dan kadang-kadang bisa kita selesaikan dengan duduk bersama dan minum kopi seperti saat ini," ucap Surya Paloh.

Menurut Surya, dirinya selama ini memang terbiasa untuk terus membuka dialog dengan siapa pun, tidak hanya dengan elite atau pimpinan partai maupun pejabat. Surya bahkan menegaskan dirinya juga melakukan dialog dengan pimpinan media massa seperti yang sedang dilakukannya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh juga menyampaikan bahwa dimana pun negara demokrasi tentunya tetap memerlukan oposisi sebagai sarana checks and balances. "Jika anda tidak ada oposisi, justru membahayakan sistem demokrasi itu sendiri. Saya memang mengatakan, demokrasi tetap memerlukan proses checks and balances. Ketika hal itu tidak hadir, demokrasi akan rusak," ujar Surya Paloh.

Surya Paloh sebelumnya sempat menyatakan jika semua partai bergabung ke pemerintahan, maka Partai Nasdem akan menjadi oposisi. Namun, kata Surya, pernyataan tersebut tidak lantas langsung diartikan partainya akan mengambil jalan oposisi.



Sumber: Suara Pembaruan