Kubu Bamsoet Minta Airlangga Fokus Jadi Menko Perekonomian

Kubu Bamsoet Minta Airlangga Fokus Jadi Menko Perekonomian
Bambang Soesatyo. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Robert Wardy / JAS Kamis, 7 November 2019 | 19:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kubu Calon Ketua Umum (Caketum) Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Airlangga Hartarto agar fokus menjadi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian. Airlangga tidak boleh terbagi konsentrasi dengan pekerjaan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG).

"Golkar mengapresiasi presiden memberikan kepercayaan kepada kader Golkar untuk menjadi dirijen ekonomi, Menko Perekonomian. Karena persoalan ekonomi sangat berat, maka dia harus full time, harus fokus," kata Ketua Timses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Hadir pada konferensi pers itu sejumlah loyalis Bamsoet seperti Robert J Kardinal, Darul Siska, Yoris Raweyai, Fahd El Fouz Arafiq, dan sejumlah loyalis lainnya.

Supit setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa situasi ekonomi dunia saat ini sedang sulit. Mengutip pembicaraannya dengan Bank Dunia dan IMF, Jokowi menyebut perekonomian dunia sedang tidak menentu. Karena itu, harus dijaga, dikelola, dan didorong agar tetap tumbuh.

"Presiden sampaikan warning yang diberikan Bank Dunia dan IMF bahwa ekonomi dunia itu dalam posisi yang mendekati krisis. Indonesia sebagai negara pastinya akan terpengaruh dengan situasi ekonomi seperti itu. Beliau percayakan untuk tangani persoalan ekonomi yang sangat berat kepada Golkar. Maka kami anggap, bahwa kalau memang kader Golkar dipercaya untuk tangani masalah ekonomi, sebaiknya kader itu berikan waktu sepenuhnya full time. Dia harus fokus memberikan segala yang dimilikinya untuk bangsa negara. Tidak boleh waktunya terbagi," jelas Supit.

Mantan Ketua Komisi XI DPR ini menyatakan Golkar tidak ingin kader yang diberi kepercayaan oleh Presiden untuk menangani masalah perekonomian yang cukup pelik, menjadi tidak bertanggung jawab. Penyebabnya karena waktu yang ada terbagi dengan tugas memimpin partai.

"Dia yang dipercaya harus memberikan segala yang dimiliki untuk bangsa dan negara. Kami tidak ingin orang yang Golkar kirim menjadi tidak bertanggung jawab. Ini menyangkut muruah Golkar," tegas Supit.



Sumber: Suara Pembaruan