Golkar Jatim Bulat Dukung Airlangga Hartarto

Golkar Jatim Bulat Dukung Airlangga Hartarto
Airlangga Hartaro. ( Foto: Ismewa )
Aries Sudiono / YUD Jumat, 8 November 2019 | 08:15 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD)-I Partai Golkar (PG) Jawa Timur beserta 38 DPD-II PG se-Jatim memastikan utuh bakal mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) PG Pusat untuk lima tahun kedepan di ajang Musyawarah Nasional (Munas) PG di Jakarta, Desember bulan depan.

Dukungan total dari utusan DPD PG se-Jatim itu dipastikan tetap utuh bulat karena di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, selain roda organisasi berjalan sehat, juga berkat tangan dinginnya, PG secara nasional mampu memperoleh dukungan suara rakyat sebagai runner up pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 baru lalu.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan perolehan suara Golkar di Pileg 2019 sebanyak 17.229.789 atau 12,31 persen suara. Dengan perolehan suara itu, Golkar berhak menempatkan 85 kadernya duduk di kursi DPR RI. Suara tersebut berada di posisi kedua setelah PDIP. Perolehan suara PG di atas Partai Gerindra pada Pemilu 2019 itu membuktikan kinerja Pak Airlangga Hartarto jempol. Lebih dari itu gaya kepemimpinan yang santun dan demokratis, semakin melengkapi kelebihannya,” ujar Plt Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Zainudin Amali yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) RI itu ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu lalu.

Zainudin lebih lanjut menegaskan, bahwa Golkar Jatim akan tetap fokus mengawal Airlangga Hartarto guna mengemban tugas sebagai Ketua Umum untuk lima tahun kedepan. Zainudin Amali menyatakan, DPD PG Jatim beserta seluruh DPD PG se-Jatim akan tetap solid mengawal kemenangan Airlangga pada Munas Golkar, 3-5 Desember mendatang. Ia mengaku bukan hanya mengawal, namun kami ingin bersama-sama teman-teman kader Golkar di Munas memenangkan Airlangga Hartarto yang dalam kepemimpinannya mendahulukan tali persahabatan sejati.

“Golkar Jatim pada Pileg 2019 meraih posisi kelima dengan perolehan 13 kursi, selisih satu kursi di bawah Partai Demokrat (14 kursi) dan Gerindra (15 kursi). Jawaranya adalah PDIP yang merebut posisi tertinggi dengan raihan 27 kursi dan menggeser posisi PKB yang meraih 25 kursi. PKB sebenarnya naik lima kursi, namun justru PDIP melompat delapan kursi dibanding Pileg sebelumnya. Prestasi PG patut diacungi jempol karena mengusung capres-cawapres yang kemudian dipilih mayoritas rakyat.

Sebelumnya, Zainudin Amali juga menegaskan alasan mendukung Airlangga pada acara Tasyakuran di DPD Golkar Jatim belum lama ini. Selain dalam kepemimpinannya menyerap aspirasi pengurus, juga salah satu alasannya adalah terkait rekomendasi Ketum PG yang mengusulkan namanya menjadi menteri Presiden Jokowi-Wapres Ma’ruf Amin. Karenanya, Sekretaris DPD-I PG Jatim, Sahat Simanjuntak dengan tegas mengemukakan, bahwa banyak ketua umum parpol yang melakukan pendekatan dengan gaya struktural. “Tapi kami melihat Pak Airlangga ini lain dari pada yang lain. Beliau melakukan pendekatan kepada kader dengan gaya fungsional, gaya seorang kawan yang coold,” katanya.

Sahat Simanjuntak menegaskan, bahwa DPD-I Jatim dan DPD-II PG se-Jatim sudah menyatakan memberikan dukungan dan itu sudah tanda tangan di atas kertas. “Kami juga sudah buat rapat pleno di 38 kabupaten-kota dan ditambah rapat pleno DPD PG Jatim yang diperluas dan mereka secara bulat mendukung Pak Airlangga,” tandas Sahat. DPD PG Jatim merasakan dan mengalami secara langsung jika aspirasi yang disampaikan ke pucuk pimpinan senantiasa bisa diterima dengan baik oleh Airlangga Hartarto.

“Hal ini membuat kami merasa didengar, dihargai aspirasinya sebagai kader di daerah. Terlebih lagi Pak Airlangga juga mampu mengapresiasi kader-kader Golkar yang sukses dalam Pemilu lalu tanpa pandang bulu,” tambah Sahat.

Sementara itu terkait dengan munculnya nama sosok Bambang Soesatyo, yang menjabat Ketua DPR RI dan bakal tampil menjadi pesaing Airlangga Hartarto dalam pemilihan Ketum DPP PG nanti, menurut Sahat dianggap sebagai hal yang wajar. Sebab bersaing sehat itu merupakan proses demokrasi yang biasa di tubuh Golkar. “Yang terpenting jangan sampai membuat perpecahan sebagaimana pesan dari Pak Aburizal Bakrie,” ujar Sahat yang berharap pemilihan di Munas itu nantinya berlangsung damai, lancar dan demokratis.



Sumber: Suara Pembaruan