Mendagri Dorong Pembentukan SDM Unggul Pancasilais

Mendagri Dorong Pembentukan SDM Unggul Pancasilais
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (berdiri), saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo dalam pengenalan menteri kabinet Indonnesia Maju di depan tangga Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
/ YUD Jumat, 8 November 2019 | 13:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan Pancasilais untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia.

"Saya melihat topik SDM itu ada dua variabel besar, yakni SDM yang unggul dan Pancasilais, serta variabel aman," kata Tito, sebagaimana pernyataan tertulis, Jumat (8/11/2019).

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti) Polri di The Opus Grand Ballroom The Tribata, Jakarta.

Menurut dia, Indonesia diprediksi menjadi negara keempat kekuatan ekonomi dunia pada 2045, setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

"Para peneliti yang future atau prediksi ke depan, di antaranya Indonesia akan menjadi negara dominan. Bahkan, di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara keempat kekuatan ekonomi di dunia," katanya.

Dengan prediksi terkait potensi bangsa Indonesia ke depan, kata mantan Kapolri itu, dibutuhkan tiga kekuatan utama yang akan menunjang hal tersebut.

"Ini didukung oleh tiga syarat, yakni angkatan kerja yang besar, sumber daya alam (SDA) yang melimpah, dan memiliki luas wilayah yang besar untuk mengakomodir mesin produksi," jelasnya.

Namun, kata dia, untuk menunjang hal tersebut, stabilitas politik dan keamanan menjadi kunci penting yang tak dapat dilepaskan.

"Syaratnya untuk mencapai itu adalah stabilitas politik dan keamanan. Sepanjang tidak terjadi konflik di antara kita maka akan aman saja, ini menjadi persyaratan yang paling penting," terang Mendagri.

Namun, kondisi demikian akan mudah diwujudkan dengan kekuatan SDM yang berkualitas sehingga Tito mendorong untuk membuat program-program yang dapat meningkatkan kapasitas SDM.

"Kuncinya di mana SDM jauh lebih penting dari SDA. Kita harus menggenjot SDM melalui program-program, baik formal maupun informal. Kita menghadapi bonus demografi yang besar," katanya.

Kalau bonus demografi dimanfaatkan, kata dia, maka Indonesia akan memiliki SDM yang berkualitas, namun jika tidak maka akan menjadi bencana demografi.

Tak hanya berkaitan dengan SDM unggul yang berkualitas, Tito juga menekankan asas Pancasila dalam pembangunan SDM sebagai nilai-nilai bangsa.

"Kuncinya, kita kembali ke demokrasi yang Pancasila, pada nilai-nilai asli kita, Pancasila harus digalakkan pada semua tingkatan strategis operasional sampai ke law," kata Tito.



Sumber: ANTARA