PDIP Dukung Penuh Pengembangan Kesenian Rakyat

PDIP Dukung Penuh Pengembangan Kesenian Rakyat
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat berada di Desa Sekalaras, Ngawi, Jawa Timur, Jumat, 8 November 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Sabtu, 9 November 2019 | 06:26 WIB

Ngawi, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyempatkan diri memenuhi undangan untuk hadir di Desa Sekalaras, Ngawi, Jawa Timur, demi menyaksikan kesenian rakyat dan upacara Kebo Ketan.

Hasto bersama masyarakat desa dan pimpinan daerah Ngawi yang hadir dalam acara itu sangat antusias menyaksikan pagelaran ketoprak dengan lakon "Pendadaran Jaka Samudra".

Hasto menuturkan, PDIP memberikan dukungan sepenuhnya kepada gerakan kebudayaan seperti itu lantaran bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa berdiri kokoh dari jati dirinya. "Presiden Jokowi juga menyampaikan pesan yang sama. Kami dari PDI Perjuangan, dari Ibu Mega, Bung Karno, juga mengembangkan tradisi kebudayaan kita," kata Hasto di Desa Sekalaras, Ngawi, Jumat (8/11/2019) malam.

Hasto menuturkan, dukungan ini penuh diberikan karena memang sudah saatnya masyarakat Indonesia kembali akan jati dirinya dalam berkebudayaan. "Saya memberikan dukungan sepenuhnya. Bung Karno berpesan, sebagai bangsa yang merdeka, kita harus betul-betul mengembangkan jati diri kita. Bangga dengan kebudayaan nasional kita," tegas Hasto.

Menurut dia, kebudayaan Indonesia berwujud dalam kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Dengan kebudayaan, bukan hanya bangga, tetapi kita juga akan memahami sejarah. "Sejarah yang mewarisi nilai-nilai luar biasa. Kita adalah bangsa yang besar karena kebudayaan juga," tambah Hasto.

Di lokasi yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang akrab disapa Mas Kanang mengatakan, Pemerintahan Kabupaten Ngawi terus memberikan dukungan dalam memperkuat dan melestarikan budaya leluhur bangsa. "Pemerintahan Ngawi terus memberikan dukungan kepada seluruh masyarakat Ngawi yang memiliki daya kreatif dalam mengembangkan budaya bangsa dan sesuai dengan Trisakti Bung Karno, salah satunya berkepribadian dalam kebudayaan," paparnya.

Dalam kesempatan itu, penyelenggara acara yang juga Ketua Paguyuban Kraton Ngiyom, Bramantyo Prijosusilo, mengapresiasi pernyataan Hasto yang mendukung kesenian rakyat, tanpa mengharapkan pamrih politik.

"Mas Hasto selalu mendukung sejak awal kegiatan Kraton Ngiyom. Meskipun Mas Hasto seorang politisi, Sekretaris Jenderal PDIP, Mas Hasto tidak pernah menyuruh kami, misalnya mencoblos PDIP atau hal seperti itu. Mas Hasto dan PDIP murni mendukung kegiatan-kegiatan kesenian dan kebudayaan," kata Bramantyo.

Dia pun memuji Hasto, karena jarang ada politisi seperti ini. "Saya mengapresiasi Mas Hasto. Saya pikir, itu jarang. Biasanya politisi itu minta didukung bukan mendukung. Kami di sini merasa sangat didukung oleh Mas Hasto tanpa diminta untuk mendukung pilihan politik dia," tutur Bramantyo.

Dirinya juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bupati Ngawi, yang juga kader PDIP, Budi Sulistyono, yang mendukung penuh acara kesenian rakyat seperti ini. "Setahu saya, di seluruh Indonesia, tidak ada kepala daerah yang membiayai proses kreatif. Di Ngawi, acara budaya dibiayai oleh pemerintah," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan