Airlangga Mengaku Berhasil Konsolidasikan Internal Golkar

Airlangga Mengaku Berhasil Konsolidasikan Internal Golkar
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kediamannya di Jakarta Selatan, 10 Nov. 2019. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Robertus Wardi / RSAT Minggu, 10 November 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto mengaku telah berhasil melakukan konsolidasi internal partai yang dipimpinnya. Dalam waktu 1,5 tahun kepemimpinanya, internal Golkar berhasil solid dan bersatu. Hal itu dibuktikan dengan seluruh kader Golkar, baik senior maupun junior turun kampanye pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

"Saya melihat dalam 1,5 tahun sudah berhasil mengonsilidasi partai. Seperti diketahui, sebelumnya kita dalam posisi yang mendapatkan tantangan, bahkan Golkar tidak terkonsolidasi. Tetapi dengan 1,5 tahun sudah dilakukan dan ke depan saya yakin terkonsolidasi," kata Airlangga dalam wawancara dengan jajaran Berita Satu Media Holdings (BSMH) di kediamannya di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019) siang.

Diketahui, Airlangga memimpin Golkar menggantikan Setya Novanto yang dipenjara karena kasus korupsi e-KTP. Novanto memimpin Golkar hanya 1 tahun. Sebelum Novanto, Golkar dipimpin Aburizal Bakrie. Namun pada saat Aburizal memimpin, Golkar terbelah dua dengan Golkar yang dipimpin Agung Laksono. Pembelahan itu berlangsung selama dua tahun.

‎Kondisi itu menyebabkan internal Golkar tidak terkonsolidasi. Bahkan hasil survei sejumlah lembaga survei pada saat Novanto dan Bakrie memimpin menyebutkan Golkar hanya meraih 7% suara jika dilakukan pemilu saat itu.

Airlangga mengaku dalam 1,5 tahun memimpin PG, dia bekerja keras untuk mengangkat suara Golkar. Hasilnya, pada Pemilu 17 April 2019, Golkar tetap berada di peringkat kedua dengan 85 kursi di DPR.

Dalam susunan pimpinan di parlemen, Golkar menempatkan satu kadernya sebagai Wakil Ketua DPR. Kemudian kader Golkar menduduki Ketua MPR. Keberhasilan lainnya adalah Golkar memimpin Komisi I, II dan XI di DPR.

‎"Tentu capaian-capaian ini merupakan hasil pemilu 2019. Dengan capaian-capaian itu menempatkan posisi strategis Golkar dalam struktur kelembagaan di parlemen," ujar Airlangga yang kembali maju sebagi calon ketua umum  pada Munas 4-6 Desember mendatang.

Airlangga menegaskan saat ini, Golkar adalah tulang punggung partai pendukung pemerintah. Dengan posisi tersebut, Golkar berperan menjaga stabilitas politik nasional ke depan.

Di sisi lain, hasil Pemilu 2019 menjadi modal Golkar menyambut Pilkada serentak 2020. Pada pilkada tersebut, Golkar menargetkan menang 55-60% pilkada.

"P‎osisi nomor dua merupakan posisi strategis untuk menetapkan pilkada dan juga dalam kontestasi politik nasional kedepan. Golkar sudah berkomitmen menjadi pendukung utama pemerintahan Jokowi dan Maruf. Sehingga tentunya stabilitas politik dengan parpol yang solid menjadi prioritas. Ini penting ke depan," tutup Airlangga.



Sumber: Suara Pembaruan