Bamsoet Belum Pasti Maju Caketum Golkar

Bamsoet Belum Pasti Maju Caketum Golkar
Bambang Soesatyo. ( Foto: Antara / Aditya Pradana Putra )
Yustinus Paat / CAH Senin, 11 November 2019 | 18:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku belum pasti maju menjadi Calon Ketua Umum Partai Golkar pada forum Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar awal Desember 2019. Bamsoet menyerahkan kepada mekanisme organisasi yang berlaku.

"Saya belum mengambil keputusan untuk maju yang pasti, saya menyerahkan mekanisme yang ada," ujar Bamsoet di sela-sela acara Setara Institute, Ashley Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Bamsoet mengatakan pengurus DPP Golkar telah melakukan rapat pleno untuk menentukan penyelenggaraan Munas Golkar, pada awal Desember 2019. Dia mengaku kepastian dirinya maju menjadi caketum tergantung pemilik suara sah Partai Golkar.

"(Kepastian maju jadi caketum) saya serahkan kepada pemilik suara dari daerah-daerah," pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit memastikan Bamsoet tidak akan mundur dari pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Golkar meski ada sinyal Presiden Jokowi lebih mendukung Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Supit menjelaskan pihaknya telah menyerap aspirasi yang berkembang dari seluruh tingkatan di internal Golkar. Dari aspirasi tersebut, mayoritas kader menginginkan Golkar kembali bangkit dari keterpurukan yang terjadi selama tiga periode.

"Kami pastikan salah satu calon dalam Munas nanti adalah Bamsoet. Atas dasar desakan dukungan yang begitu keras dari bawah, atas, samping, dari semua kalangan, tetap harus maju sebagai calon ketua umum Golkar," ujar Ahmadi Noor Supit di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Terkait dukungan Presiden Jokowi kepada Airlangga, Supit melihat sebagai hal biasa. Jokowi sah-sah saja mendukung Airlangga karena sebagai pembantunya yaitu Menko Perekonomian.

"Di internal Golkar, kami anggap itu biasa. Di internal Golkar, rule Golkar yang berlaku. Yang pasti adalah secara struktur politik, itu tidak bisa mengintervensi partai, karena (Presiden) bukan anggota partai Golkar. Kami yakin Presiden tidak bermaksud ingin mengintervensi, apalagi sekaliber Golkar," tutup Supit. 



Sumber: BeritaSatu.com