Presiden: Menteri Boleh Tambah 1 Peraturan, tetapi Hapus 10

Presiden: Menteri Boleh Tambah 1 Peraturan, tetapi Hapus 10
Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Carlos KY Paath / FMB Rabu, 13 November 2019 | 14:42 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini bertemu dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross. Di AS, lanjut Jokowi, menteri yang akan menerbitkan satu peraturan menteri (permen) harus menghapus dua regulasi serupa.

“Saat ini di AS kalau menteri mau membuat peraturan menteri satu, dia harus hapus dua peraturan menteri yang sebelumnya. Artinya keluar satu, hilang dua. Kita memproduksi terus setiap hari, mau apa?,” kata Jokowi.

Jokowi Akan Sederhanakan Aturan Investasi

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

“Fleksibilitas kita tidak cepat. Pergerakan kita jadi lambat dan tidak cepat ini yang harus dihilangkan. Saya mau buat aturan itu juga. Menteri mau buat permen satu boleh, tetapi hilang 10, bukan dua. Kebanyakan peraturan pusing sendiri,” tegas Jokowi.

Jokowi mengingatkan, fleksibilitas dan kecepatan sangat penting dimiliki Indonesia. Semua negara pun sedang menuju ke arah itu.

“Siapa yang lebih cepat, dia yang menang. Semua harus mendengar ini, semua harus mengerti mengenai problem yang kita miliki,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi Ungkap Dua Agenda Penting Pemerintah

Jokowi menambahkan, seluruh komponen bangsa jangan lagi saling menyalahkan. “Tidak ada bisik-bisikan. Tidak ada saling menjegal. Sudah. Setop. Semua harus bekerja bersama-sama, mumpung suasana politik kita sangat bagus,” imbuh Jokowi.

Jokowi pun menyebut, “(situasi kondusif) ini yang harus terus kita rawat dan jaga semua. Menjalankan tugas masing-masing tetapi saling berkomunikasi, terbuka dan menjaga agenda besar bangsa ini, menjaga ketertiban nasional, kerukunan, itu wajib.” 



Sumber: Suara Pembaruan