Airlangga : Munas Harus Mempersatukan, Bukan Memecah Belah

Airlangga : Munas Harus Mempersatukan, Bukan Memecah Belah
Ketua umum Partai Golkar yang juga Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat wawancara khusus dengan Berita Satu Media Holdings, di Jakarta, Minggu 10 November 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Robert Wardy / MPA Kamis, 14 November 2019 | 16:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PG di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11) siang. Rapimnas berlangsung hingga Jumat (15/11) besok.

Hadir pada pembukaan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, dan Ketua Dewan Pakar Agung Laksono. Tampak pula Ketua MPR yang juga kader Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin, Menteri Perindustrian Agus Gumiang Kartasasmita, Menpora Zainuddin Amali dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Dalam pidatonya, Airlangga mengajak seluruh kader Golkar agar menjadikan Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar awal Desember nanti sebagai ajang membangun persatuan. Munas jangan dijadikan sebagai benih-benih perpecahan Golkar.

"Munas adalah forum tertinggi partai kita. Kita semua bertekad Munas dijadikan sebagai momentum persatuan yang berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh persahabatan. Kalau memang ten‘adi riak-riak kecil, hal tersebut harus kita anggap sebagai ornamen demokrasi yang justru memperkuat partai kita," kata Airlangga yang juga Menko Perekonomian. 

Ia meminta agar tidak boleh Iagi terpecah atau melahirkan partai baru, apapun hasil akhir dari Munas. Alasannya, sudah cukup banyak partai yang lahir sebagai serpihan Partai Golkar.

Di sisi lain, hampir dua tahun setelah siklus pemilu 2014 Ialu, Golkar mengalami konflik internal yang mendaIam antara Munas Bali dan Munas Ancol. Namun pada akhirnya bisa berdamai dan tidak melahirkan serpihan atau partai baru.

"Pelajaran yang bisa kita petik adalah, konflik internal terlalu menghabiskan energi kita. Kita terlalu sibuk menghadapi kawan sendiri, sehingga tidak memiliki waktu dan energi yang memadai untuk merebut hati rakyat.

Semua itu tidak boleh terulang Iagi. Munas nanti harus menjadi forum tertinggi yang mempersiapkan Partai Golkar dalam menghadapi masa depan, dalam merebut Pilkada tahun depan, serta dalam membantu pemerintahan Pak Jokowi agar sukses memajukan Indonesia," ujar Airlangga.

Dia berharap pada Munas nanti asas yang dikedepankan adalah asas musyawarah dan mufakat. Semua kader harus mencari titik temu dan memperluas ruang persamaan.

Jika memang titik temu tidak tercapai, harus siap menggunakan mekanisme voting yang jujur, adil, dan demokratis. Jika itu dilakukan, semua pihak harus berjanji untuk menerima apapun hasilnya dengan besar hati.

"Setelah Munas nanti seluruh kader dan pimpinan Partai Golkar akan melangkah bersama menyambut Tahun 2020 dan tahun-tahun setelahnya dengan berbagai langkah strategis dengan penuh kesungguhan hati," tutup Airlangga.



Sumber: Suara Pembaruan