Jokowi Jelaskan Alasan Bangun Infrastruktur Pada Periode Pertama

Jokowi Jelaskan Alasan Bangun Infrastruktur Pada Periode Pertama
Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 14 November 2019 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki pertimbangan memilih fokus membangun infrastruktur pada periode pertama kepemimpinannya. Jokowi menyebut infrastruktur merupakan modal utama Indonesia bersaing dengan negara lain di masa mendatang.

“Infrastruktur artinya banyak sekali dan dengan itulah kita nanti memiliki fondasi yang kuat untuk berkompetisi dengan negara lain,” kata Jokowi dalam Diskusi Forum A1 di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Forum A1 mengangkat tema “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur” digelar oleh Inisiator Indonesia. Selain Jokowi, forum itu juga menghadirkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan sebagai narasumber.

Menurut Jokowi, Indonesia masih berupaya untuk terus meningkatkan daya saingnya. Sebab posisi Indonesia di tengah negara-negara lain dalam Indeks Daya Saing. Jokowi menginginkan Indonesia berada di depan.

Jokowi menuturkan, infrastruktur bukan semata-mata melakukan pembangunan sejumlah sarana seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, dan lain sebagainya. Terdapat manfaat dan arti lain yaitu menciptakan lapangan kerja, dan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

Selanjutnya, Jokowi menambahkan, pembangunan infrastruktur dapat memperbaiki jaringan logistik. Sebagai negara kepulauan yang terdiri atas kurang lebih 17 ribu pulau, lanjut Jokowi, tentu menimbulkan tantangan tersendiri dalam hal konektivitas.

“(infrastruktur) ini juga memfasilitasi produksi sehingga infrastruktur yang sudah kita kerjakan lima tahun kemarin harus disambungkan dengan sentra-sentra produksi baik itu produksi pertanian, produksi nelayan, hingga industri kecil,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menyatakan, infrastruktur bagian dari pelayanan publik. Pemerintah berkewajiban menyediakan infrastruktur kepada masyarakat. Jokowi memberikan contoh konkret. Misalnya waktu tempuh dari Wamena ke Nduga.

“Misalnya dari Wamena ke Nduga yang sebelumnya harus jalan kaki butuh waktu 4 hari 4 malam, dengan jalan yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR sekarang hanya kira-kira 5-6 jam sudah sampai,” imbuh Jokowi.

Jokowi menegaskan, pembangunan infrastruktur berarti melahirkan peradaban. Banyak budaya baru yang coba dikenalkan atau ditegaskan dengan adanya suatu infrastruktur baru di suatu wilayah. “Budaya antre, budaya disiplin, dan itu terlihat misalnya kita membangun MRT,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan, membangun infrastruktur berarti mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama ini pembangunan infrastruktur terpusat hanya di Pulau Jawa, sehingga ketimpangan infrastruktur di antara pulau-pulau lain di Indonesia menjadi besar.

Dengan pembangunan yang dilakukan secara merata pada periode pertama pemerintahannya, Jokowi hendak mengupayakan sila kelima dari Pancasila. “Tidak hanya di Jakarta yang dibangun, tidak hanya di Pulau Jawa yang dibangun, tapi juga seluruh provinsi yang ada di negara ini harus kita sentuh dengan kehadiran infrastruktur,” demikian Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan