Wapres: Aduanasn.id Itu Metode Pencegahan Bukan Represi

Wapres: Aduanasn.id Itu Metode Pencegahan Bukan Represi
Wapres Ma'ruf Amin. ( Foto: ANTARA/Anis Efizudin )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Jumat, 15 November 2019 | 18:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan adanya portal aduan publik terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi radikal adalah bagian dari upaya negara melakukan pencegahan maraknya radikalisme. Yakni melalui aduanasn.id.

Menurut Kiai Ma'ruf, bicara soal efektivitas program itu belum bisa dilaksanakan saat ini. Sebab harus menunggu bagaimana praktik pelaksanaannya.

"Jadi dicoba saja. Kan belum dicoba. Kalau itu nanti ternyata efektif kan bagus," kata Kiai Ma'ruf, Jumat (15/11/2019).

Yang dipastikan Kiai Ma'ruf, program itu tidak bermaksud bahwa pemerintah melakukan tindakan represif. Tetapi preventif, sebuah metode pencegahan terhadap menyebarnya radikalisme.

"Saya kira bagus-bagus saja semua cara bagaimana untuk memantau. Tapi tidak represif. Artinya tidak kemudian begitu ada laporan terus ditangkap. Saya kira tidak. Tapi diproses, istilahnya itu diteliti apakah benar atau tidak," kata Kiai Ma'ruf.

Dia memastikan pemerintah pun tak asal periksa atau asal memberi sanksi. Karena bisa saja seseorang dilaporkan karena motif kebencian pribadi. Maka pemeriksaan menjadi penting. "Maka itu harus ada seleksi-seleksi yang ketat," katanya.

Sebelumnya, pPemerintah berupaya mencegah aparatur sipil negara (ASN) terpapar radikalisme. Portal aduanasn.id dibuat agar masyarakat dapat berperan aktif mengawasi para ASN dari radikalisme.

“Portal aduanasn.id hasil kesepakatan tim 11 kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Intelijen Negara, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.



Sumber: Suara Pembaruan