Pelayanan Adminduk Secara Digital Terus Dioptimalkan

Pelayanan Adminduk Secara Digital Terus Dioptimalkan
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Zudan Arif Fakrulloh didampingi Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemdagri, Erikson Manihuruk, saat mencoba Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). ( Foto: Dok Kemdagri )
Carlos KY Paath / WBP Sabtu, 16 November 2019 | 09:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelayanan administrasi kependudukan di Indonesia secara digital terus dioptimalkan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Zudan Arif Fakrulloh.

"Layanan kami sudah bisa menuju digital dan tidak kalah dengan negara maju. Sebagai negara dengan penduduk keempat terbesar di dunia, Indonesia dapat melakukan layanan digital," tegas Zudan dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Jumat (15/11/2019).

Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil akan meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Zudan menjelaskan, inovasi tersebut dirancang khusus agar masyarakat dapat mencetak dokumen dengan cepat, mudah, gratis dan berstandar sama tanpa diskriminasi.

"Melalui ADM, kita bisa cetak sendiri Kartu Tanda Penduduk Elektronik, Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan Kartu Keluarga. Cukup dari ADM, tidak perlu ke kantor Dukcapil. Sistem bekerja dgn pengaman NIK (nomor induk kependudukan), pin, dan QR Code," ujar Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan menambahkan, filosofinya, ADM merupakan tempat layanan masyarakat mencetak dokumen. Permohonan dari masyarakat disampaiksn secara langsung ke Dukcapil atau melalui daring. "Setelah mengajukan permohonan, masyarakat bisa mencetak dokumen yang diperlukan melalui ADM," imbuh Zudan.

Mesin ADM mirip dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Menurut Zudan, kini sebagian tugas-tugas manual Dukcapil akan beralih dalam satu aplikasi di mesin. "Alhamdulillaah, setelah berkali kali kita gagal dalam uji coba, akhirnya sekarang berhasil "memindahkan" sebagian pegawai, alat alat dan kantor menuju satu aplikasi dalam mesin," ucap Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan menuturkan, ADM akan dimasukkan ke katalog elektronik (e-catalog). Tahun ini, lanjut Zudan, daerah-daerah sudah bisa memulai mengimplementasikan ADM. "Banyak yang sudah mau beli ADM. Saya yakin kepala daerah yang ingin memberikan layanan terbaik bagi masyarakatnya, pasti butuh alat ini. Meski kami tidak mewajibkan," kata Zudan Arif Fakrulloh.



Sumber: Suara Pembaruan