Meski Diundang Istana, PKS Tetap Oposisi

Meski Diundang Istana, PKS Tetap Oposisi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Yustinus Paat / WBP Minggu, 17 November 2019 | 07:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengaku tidak ada ajakan dari Istana untuk bertemu usai pembentukan kabinet. Sebab menurut dia, Joko Widodo sudah paham bahwa PKS berada di luar pemerintahan alias oposisi.

"Belum ada ajakan dari Istana untuk bertemu. Tapi saya kira karena kemarin saya sudah jabat tangan dan cipika-cipiki dengan Pak Jokowi. Mungkin itu dianggap cukup," kata Sohibul Iman saat konferensi pers di acara Rakornas PKS di Bidakara Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Hasil Rakornas PKS: Tegaskan Jadi Oposisi dan 60% Kemenangan Pilkada 2020

Dari Jokowi, ungkap Sohibul, juga sudah menuliskan baik di Instagram atau Twitter yaitu pelukan erat antara Sohibul dengan Surya Paloh, kemudian Jokowi dengan Surya Paloh, itu sudah dianggap Jokowi lazim. Fitrah persahabatan dengan tokoh-tokoh.

"Jadi, nampaknya pertemuan di Istana mungkin sudah tidak terlalu relevan karena sudah sangat cair. Saya memahami betul bahwa kami di luar," ujar Sohibul Iman.

Anies Baswedan: Lagi Musim Pelukan, PKS Mainkan Peran Persatuan

demikian, menurut dia, bila nanti diundang Istana, PKS akan bersiap memenuhi undangan itu. Namun, kehadiran PKS tidak akan mempengaruhi sikap politik PKS, yakni di luar pemerintahan. "Karena sebagaimana komitmen kami katakan asal dilakukan bila kabinet sudah terbentuk. Jadi buat PKS anytime bisa datang bila diundang Istana," jelas Sohibul Iman



Sumber: BeritaSatu.com