Hendrik Yance: Indonesia Perlu Kuatkan Nilai Kearifan Lokal

Hendrik Yance: Indonesia Perlu Kuatkan Nilai Kearifan Lokal
Ketua Umum Gercin Indonesia Hendrik Yance Udam. ( Foto: dok )
/ YUD Minggu, 17 November 2019 | 09:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia perlu menguatkan nilai kearifan lokal guna membangun persaudaraaan dan kerukunan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum DPN Gerakan Rakyat Cinta Indonesia Hendrik Yance Udam (HYU). Dalam diskusi Forum Koordinasi dan Sinkroninasi Wawasan Kebangsaan, HYU mengatakan bahwa Indonesia memiliki keunikan-keunikan khusus dibanding negara lainya di dunia. Berlimpah sumber daya alamnya yang serta keberagaman budaya yang beragam dan berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke serta memilki potensi untuk menjadi negara terbesar di dunia.

Menurut tokoh papua ini Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduknya sekitar dua ratus enampuluh sembilan juta jiwa dan merupakan negara berpenduduk keempat terbanyak di dunia, setelah negara Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

"Penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun persaudaraan dan kerukunan antara sesama anak bangsa sangatlah penting dalam menjaga dan merawat keutuhan negara kesatuan republik Indonesia dari perpecahan serta melawan suburnya semangat radikalisme, intoleran, terorisme, serta semangat disintegrasi bangsa," kata HYU melalui keterangan, Minggu (17/11/2019).

"Kearifan lokal terdiri dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) yang artinya kebijaksanaan dan lokal artinya daerah setempat. Jadi secara umum pengertian dari kearifan lokal adalah gagasan-gagasan, nilai-nilai atau pandangan dari suatu tempat yang memiliki sifat bijaksana dan bernilai baik yang diikuti dan dipercayai oleh masyarakat di suatu tempat tersebut dan sudah diikuti secara turun temurun," imbuhnya.

Sedangkan ciri-ciri kearifan lokal, HYU menjelaskan terdapat beberapa ciri-ciri yaitu, merupakan benteng untuk bertahan dari pengaruh budaya luar, mempunyai kemampuan mengakomodasi budaya luar, mempunyai kemampuan memberi arah perkembangan budaya serta mempunyai kemampuan mengintegrasi atau menyatukan.

Hendrik menambahkan bahwa kearifan lokal merupakan pengetahuan eksplisit yang muncul dari periode yang panjang dan berevolusi bersama dengan masyarakat dan lingkungan di daerahnya berdasarkan apa yang sudah dialami. Kearifan lokal di setiap daerah berbeda-beda tergantung lingkungan dan kebutuhan hidup.

"Untuk itu kearifan lokal suatu daerah dapat di pakai sebagai sebuah konsep untuk menjaga persatuan dan kesatuan anak bangsa yang ada di daerah tersebut. Oleh sebab itu peran serta masyarkat adat daerah tersebut lebih lagi di berdayakan dengan konsep Pancasila sebagai Ideolgi bangsa," sebut Hendrik.

"Pengaruh liberal di negara negara eropa timur sangat kuat sekali dan menghancurkan sendi- sendi kehidupan sosial ekonomi dan politik dan membuat negara-negara di Eropa pecah, tetapi saya dengan Pancasila, UU 1945 , Bhinneka Tunggal IKa dan NKRI adalah keempat konsesus kebangsaan yang merupakan roh dalam konsep berbangsa dan bernegara yang bisa dapat menyatukan kita, " pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com